JAKARTA, RADAR MALANG – Pertanyaan “berapa kali AC Milan datang ke Indonesia?” ternyata memiliki jawaban yang lebih panjang dari sekadar era modern. Klub raksasa Italia itu tercatat sudah menjalin hubungan dengan publik Tanah Air sejak 1990-an.
Kunjungan paling bersejarah terjadi pada Juni 1994. Saat itu, skuad utama AC Milan datang langsung ke Indonesia dalam rangka tur dan menjalani dua pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (saat itu masih dikenal sebagai Stadion Utama Senayan).
Rossoneri menghadapi Surabaya Selection dan Persib Bandung. Momen ini menjadi catatan penting karena merupakan terakhir kalinya tim utama AC Milan tampil di Indonesia hingga saat ini.
Memasuki era berikutnya, interaksi AC Milan dengan Indonesia lebih banyak hadir melalui tim legenda. Pada 2011, Milan Glorie tampil di Jakarta dengan membawa nama-nama besar seperti Franco Baresi dan Cafu dalam laga ekshibisi melawan Indonesia All Star.
Kunjungan serupa kembali terjadi pada 2013. Kali ini, skuad diperkuat legenda dunia seperti Paolo Maldini dan Andriy Shevchenko. Antusiasme suporter tetap tinggi, menunjukkan besarnya basis penggemar Rossoneri di Indonesia.
Tak hanya melalui pertandingan, AC Milan juga menyapa fans lewat agenda promosi. Pada 2022, klub membawa trofi Scudetto ke Jakarta dalam rangka tur regional dan temu Milanisti.
Baca Juga: Resmi! AC Milan dan Chelsea Bakal Tanding di Jakarta dalam Tur Pramusim pada 8 Agustus 2026
Ke depan, peluang kehadiran kembali skuad utama terbuka. AC Milan dijadwalkan menjalani tur pramusim 2026 dan menghadapi Chelsea di GBK. Laga ini berpotensi menjadi yang pertama bagi tim utama kembali tampil di Indonesia sejak 1994.
Secara keseluruhan, AC Milan telah beberapa kali datang ke Indonesia dalam berbagai format mulai dari tur skuad utama (1994), laga legenda (2011 dan 2013), hingga agenda non-pertandingan (2022).
Kehadiran klub dengan segudang prestasi Eropa itu selalu menjadi magnet besar. Fakta ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi salah satu basis penggemar AC Milan terbesar di Asia.
Editor : Aditya Novrian