AKTIVITAS, RADAR MALANG - bertanding atlet sepatu roda Kota Malang cukup padat pada bulan April lalu. Mereka mengikuti beragam kategori perlombaan dalam waktu itu. Rajin tampil di kejuaraan tak hanya bertujuan menambah prestasi, tapi juga dimanfaatkan meningkatkan jam terbang atlet.
Sebagai informasi, Porserosi Kota Malang mengikuti dua kejuaraan di nomor yang berbeda. Pertama adalah Bekasi Open 2026 untuk nomor speed. Sementara untuk nomor freestyle, mengikuti Priangan Slalom Clash 2026.
Ketua Harian Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Kota Malang Sunarko menjelaskan, keikutsertaan atlet di dua kejuaraan tersebut didasarkan atas keinginan atlet. Mereka ingin bisa meningkatkan jam terbang dengan menghadapi lawan-lawan yang tangguh di tingkat nasional. ”Meski mereka berangkat dengan keinginan dan biaya pribadi, hasil yang didapatkan sangat kami apresiasi,” ujar dia.
Baca Juga: Tinju Kota Batu Ukur Performa Atlet dengan Aktif Mengikuti Kejuaraan
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan banyak efek positif bagi perkembangan atlet. Khususnya dalam menghadapi tekanan bertanding. Selain itu, bisa mengukur hasil latihan berbulan-bulan lamanya.
Sunarko menambahkan, keikutsertaan Porserosi Kota Malang di kejuaraan terbuka akan terus dilakukan. Selama mereka bisa mendapatkan perlombaan yang bergengsi dan ideal terkait jarak tempuhnya. ”Setelah dua kejuaraan ini kami akan mempersiapkan atlet untuk bisa mengikuti Jatim Open 2026 di Kanjuruhan Juni mendatang,” tambah dia.
Baca Juga: Anggar Kota Malang Beri Kesempatan Atlet Debutan Unjuk Gigi
Di kejuaraan Bekasi Open, atlet sepatu roda Kota Malang meraih dua medali perak dari nomor 1000 meter dan 5000 meter junior putra. Sementara di Priangan Slalom Clash 2026, raih emas dan perak di nomor slalom senior women. Dapat perunggu di nomor speed slalom senior women dan skatecross youth women. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho