GRESIK-RADAR MALANG- Starting eleven yang jadi pilihan tim pelatih Arema FC dalam laga melawan Persik Kediri mengalami banyak perubahan, kemarin. Ada tiga pemain Singo Edan yang kembali jadi pilihan utama. Sosok tersebut adalah Leo Guntara, Walisson Maia, dan Anwar Rifai.
Leo bermain sejak awal menggantikan Johan Ahmat Farizi. Dia bermain di sayap kiri tim. Sedangkan Anwar Rifai dan Maia mengisi posisi dari Hansamu Yama dan Julian Guevara. Yama absen akibat akumulasi kartu kuning.
Sedangkan Guevara tengah mengikuti kursus kepelatihan. Rifai dan Maia mengisi trio lini belakang bersama Betinho Filho. Dalam pertandingan kemarin, Singo Edan masih memainkan skema 3-4-3.
Matheus Blade, Gabriel Silva, Gustavo Franca, Rio Fahmi, Arkhan Fikri, Lucas Frigeri, Dalberto Luan Belo, dan Betinho tetap diandalkan. Pada laga melawan Persebaya, nama-nama itu juga jadi pilihan utama tim pelatih. Kecuali Dalberto, mereka tampil sejak menit awal saat menghadapi Persib Badung.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengatakan, perubahan komposisi tim dilakukan karena situasi tim. Dia perlu melakukan perubahan akibat ada pemain yang harus absen. ”Kami harus mencari berbagai opsi dengan skuad yang ada,” katanya.
Selain itu, rotasi juga perlu dilakukan sebagai antisipasi jadwal padat kompetisi. Pemain Singo Edan tercatat berlaga tiga kali dalam 10 hari. Melawan Persib Bandung (24/4), lalu empat hari berselang menghadapi Persebaya, setelah itu berjumpa Persik Kediri pada (3/5).
Selama momen tersebut, Arema FC juga harus berpindah-pindah tempat. Itu menyusul, berlaga di Bandung, Bali, dan Gresik. Alhasil, tak semua penggawa tim dalam kondisi yang bagus.
Marcos menjelaskan, keputusan siapa yang bermain juga melihat kebutuhan strategi yang akan diterapkan. Arema FC juga tidak bisa bertumpu dengan beberapa nama saja dengan kompetisi BRI Super League yang semakin kompetitif. ”Banyak aspek yang kami lihat sebelum menentukan siapa yang berlaga. Kami percaya dengan kualitas elemen tim,” papar dia.
Perubahan yang dilakukan pelatih Singo Edan dalam laga kemarin cukup berdampak. Pada babak pertama, koordinasi permainan yang kurang menyebabkan tim kemasukan tiga gol. Jumlah kemasukan itu jadi tertinggi pada babak pertama dalam tiga laga terakhir. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo