MAKASSAR-RADAR MALANG- Adam Ahlan menjelma sebagai figur sentral dalam pola serangan Unggul FC Malang musim ini. Khususnya, saat Pelatih Kepala Andre Brocanelo mulai melakukan skema power play. Dengan mobilitasnya di posisi flank serta keberaniannya mengambil peran sebagai kiper bayangan, Adam kerap menjadi pembeda saat tim berada dalam situasi krusial atau sulit mencetak gol saat mainkan strategi itu.
Peran tersebut dia jalankan salah satunya saat Unggul FC Malang melawan Nanzaby Family FC, Sabtu lalu (2/5). Adam selalu berada di samping kanan gawang lawan untuk mengirim umpan maupun mencetak gol. Tugas tersebut berhasil membuahkan dua gol sekaligus menyelamatkan Unggul FC Malang dari kekalahan.
Pemain bernomor punggung 8 itu menjelaskan, peran tersebut tidak datang begitu saja. Tim pelatih Unggul FC sudah mencoba skema tersebut kepadanya sejak latihan pra musim sampai putaran kedua. ”Dari proses tersebut saya semakin memahami bagaimana tugas saya mendapat instruksi bermain atau memainkan (skema) power play,” ujar dia.
Dia menjelaskan, kerap berada di dekat tiang gawang lawan saat skema power play diterapkan memberi keuntungan untuknya. Itu membuatnya memiliki dua opsi saat menerima bola. Pertama melakukan tembakan langsung. Lalu, dia juga bisa mengirim umpan kepada rekan yang berada di ruang kosong.
Dari berbagai kesempatan, Adam lebih banyak melakukan opsi yang pertama. Hasilnya beberapa kali berhasil menjadi pemecah kebutuhan tim.
Menurutnya, tugas tersebut tidak hanya membantu Unggul FC mengubah keadaan. Dari sebelumnya tertinggal bisa menyamakan kedudukan atau bahkan mampu melakukan comeback. Namun juga menambah torehan golnya musim ini.
Seusai menghadapi Nanzaby Family FC, Adam sudah mencetak 13 gol. Lebih banyak dibandingkan musim lalu yang hanya menorehkan 10 gol saja. ”Saya pikir tidak ada masalah dengan peran (di power play) ini. Terpenting saya bisa terus mencetak gol dan membawa Unggul FC bisa meraih tiga poin,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo