Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Panahan Kota Malang Sulit Regenerasi Atlet karena Stigma Olahraga Mahal

M. Affan Fauzan • Senin, 4 Mei 2026 | 15:40 WIB
HADAPI TANTANGAN: Atlet panahan Kota Malang memantau hasil panahan dalam kejuaraan.
HADAPI TANTANGAN: Atlet panahan Kota Malang memantau hasil panahan dalam kejuaraan.

  RADAR MALANG-Cabor Panahan Kota Malang menghadapi sejumlah tantangan dalam menambah jumlah atlet muda. Akibatnya, proses regenerasi di divisi compound dan recurve berjalan kurang optimal. Kondisi tersebut terjadi salah satunya karena stigma panahan merupakan olahraga mahal.

Bina Prestasi (Binpres) Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (Perpani) Kota Malang Hanung Kriswandono menjelaskan, stigma tersebut tidak terbentuk dalam waktu yang baru. Sejak lama, banyak yang melihat untuk menekuni dua divisi itu butuh biaya yang lumayan. Khususnya, untuk memenuhi kebutuhan alat, seperti busur dan anak panah.

 ”Untuk harga busur sendiri bisa mencapai puluhan juta rupiah,” ujar dia. Itu belum termasuk harga anak panah yang berkisar ratusan ribu sampai jutaan rupiah per lusin. Begitu juga dengan maintenance alat-alat tersebut setiap bulannya juga butuh biaya.

 Kondisi tersebut kerap kali menjadi hambatan sejumlah atlet muda yang ingin terjun di cabor panahan. Banyak orang tua yang merasa alat-alat tersebut terlalu mahal untuk anaknya. Padahal, kesempatan untuk bisa berprestasi di olahraga panahan terbilang besar.

 Demi menyiasati kondisi tersebut, Hanung telah melakukan berbagai cara. Seperti memfasilitasi peminjaman alat busur yang dimiliki pengurus Perpani Kota Malang. Kemudian berkoordinasi dengan orang tua atlet mengenai langkah yang tepat untuk mengatasi kendala memenuhi kebutuhan alat untuk atlet. ”Alat yang digunakan juga tidak harus baru. Banyak dari atlet aktif yang sering memakai busur bekas yang layak pakai untuk latihan maupun pertandingan,” ujar dia. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#cabor #Panahan #Kota Malang