RADAR MALANG- Kekalahan dalam dua Derbi Jatim beruntun membuat manajemen Singo Edan gerak cepat melakukan perbaikan tim. Mereka memastikan tidak tutup mata dengan capaian nol poin saat menghadapi Persebaya Surabaya (28/4) dan Persik Kediri pada Minggu lalu (3/5). Karena itu, langsung melakukan evaluasi sejak berada di ruang ganti Stadion Gelora Joko Samudro setelah melawan Macan Putih-julukan Persik.
Manajer Bisnis Arema FC Munif Bagaskara Wakid memastikan, Arema FC tidak tinggal diam dengan kondisi saat ini. Menurutnya, evaluasi selalu dilakukan setiap tim kalah. Klub tidak menunggu beberapa hari untuk melakukan proses itu, umumnya langsung setelah laga.
Padatnya jadwal Arema FC di BRI Super League jadi salah satu alasannya. Alhasil, proses perbaikan tidak boleh terlalu lama. Itu bisa berakibat kehilangan poin lebih banyak. ”Proses evaluasi sudah dilakukan sejak di locker room seusai laga (lawan Persik dan Persebaya). Lalu, dilanjutkan kembali saat tim berlatih di lapangan,” katanya.
Lantas, apa keputusan yang diambil setelah dua laga hasil minor pada BRI Super League pekan ke-30 dan 31? Menurutnya, instruksinya wajib memaksimalkan tiga pertandingan sisa. Tidak ada target lain selain mengamankan sembilan poin. ”Untuk sekarang kami perlu melakukan evaluasi lebih mendalam agar bisa lebih baik ke depannya,” tambah dia.
Karena itu, fokus sekarang menuntaskan pertandingan di BRI Super League. Di mana, dua di antaranya akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan. Baru setelah itu memikirkan bagaimana kompetisi musim depan. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo