
KABUPATEN, RADAR MALANG - Dua pil pahit dari dua tim sesama Jatim sudah cukup bagi Arema FC. Mereka bertekad bangkit di laga nanti sore (9/5) kontra PSM Makassar. Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tak ingin skuadnya kembali merasakan hattrick kekalahan seperti yang terjadi pada pekan 23, 24, dan 25 musim ini.
Saat itu Singo Edan harus takluk dari Borneo FC, Bali United, dan Bhayangkara FC. Marcos punya keyakinan tinggi timnya bisa mendapat tiga poin. Sebab, dia menyebut bahwa tim lawan sempat mengalami periode sulit.
Baca Juga: Pelatih Arema FC Marcos Santos Sebut Rio Fahmi Layak Masuk Timnas Indonesia
PSM sempat memiliki dua pelatih kepala sebelum ditangani Ahmad Amiruddin sebagai caretaker. Kemudian, sejumlah penggawa kunci seperti Abu Kamara, Yuran Fernandes, dan Victor Luiz harus absen akibat akumulasi kartu dan punya masalah kebugaran.
Performa PSM di lima laga terakhir juga masih inkonsisten. Mereka mencatatkan tiga kali menang dan dua kali kalah. ”Namun, kami harus berhati-hati karena mereka tim yang kuat. Mereka datang ke sini dengan motivasi tinggi setelah menang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC,” ujar Marcos.
Kondisi tersebut membuat tim berjuluk Juku Eja bakal tampil tanpa beban. Meski posisi mereka di klasemen BRI Super League belum sepenuhnya aman dari zona degradasi. Demi bisa mengunci kemenangan di kandang, Marcos memastikan akan melakukan pendekatan berbeda saat bertahan.
Biasanya mereka akan bermain reaktif ketika tim sedang diserang. ”Kami harus bermain lebih agresif lagi ketika tanpa bola,” ujar dia.
Situasi tersebut dicontohkannya ketika Arema FC tampil solid di babak kedua melawan Persik Kediri. Pressing yang dilancarkan Matheus Blade dkk kerap membuat lawan tidak nyaman dalam menguasai bola.
Dalam beberapa kesempatan, kondisi itu berbuah blunder yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik cepat. Dengan cara tersebut, Marcos percaya timnya bisa bermain lebih efektif saat menghadapi PSM Makassar nanti sore. Mengingat tim tersebut juga cukup kuat ketika menguasai bola.
”Selama kami bisa memberikan tekanan kepada mereka, momentum lawan untuk mencetak gol menjadi sedikit. Sementara kami bisa leluasa untuk menyerang dan mencetak gol terlebih dahulu,” jelas dia. Soal urusan mencetak gol, juru taktik asal Brasil tersebut mengaku bahwa timnya sudah mengetahui apa yang diperlukan.
Dia bakal mengandalkan kemampuan trisula depan untuk melancarkan berbagai serangan. Seperti aksi duel maupun variasi umpan. Dengan cara tersebut, Marcos percaya Arema FC bisa memimpin kedudukan dan menghentikan rentetan hasil buruk.
Di tempat terpisah, Pelatih Caretaker PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengakui timnya tidak datang dalam kondisi optimal. Itu setelah beberapa penggawanya dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning dan problem di bagian kaki. Namun, situasi tersebut tetap tidak menurunkan semangat tim dalam meraih tiga poin.
”Kemenangan di laga besok akan sangat memengaruhi posisi klasemen kami,” ujar dia. Amiruddin sadar kalau posisi PSM Makassar saat ini belum sepenuhnya aman. Mereka hanya terpaut tujuh poin dari tim di zona merah.
Berdasar pengamatannya, Arema FC memang sedang berada dalam kondisi terpuruk. Namun, dia sudah mewanti-wanti anak asuhnya agar mewaspadai kebangkitan Singo Edan di kandang. ”Saya melihat, setiap kali mereka bermain di Kanjuruhan, pemain mereka (Arema FC) selalu menunjukkan kontribusi lebih,” tandasnya. (zan/by)
Editor : A. Nugroho