RADAR MALANG - Pertandingan dramatis terjadi saat West Ham United menjamu Arsenal dini hari tadi (11/5). Sempat unggul sejak menit 83 melalui gol Leandro Trossard, Arsenal bisa saja pulang dengan kepala tertunduk. Ini usai di menit 90+4 pemain West Ham berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Declan Rice yang menjatuhkan diri di gawang yang sudah kosong melompong tak mampu menghalangi bola melewati garis gawang.
Priit! Wasit Chris Kavanagh meniup peluit dan menunjuk ke tengah lapangan. Gol! Pemain West Ham bersorak. Termasuk Espirito Santo. Sang pelatih yang sangat menunggu momen itu. Pemain Arsenal mengerumuni wasit. Protes.
Pertandingan sempat terhenti. Wasit melihat VAR. Dari analisa VAR diketahui tangan Pablo, striker West Ham yang baru masuk di pertengahan babak kedua menghalangi pergerakan David Raya. Wasit berulang kali melihat tayangan VAR itu sebelum akhirnya membatalkan keputusan sebelumnya. Gol West Ham dianulir. Skor 0-1 kembali terpampang di layar.
Pertandingan di Stadion Olimpiade London ini sebenarnya berlangsung ketat. West Ham yang bermain reaktif dan cenderung bertahan, menumpuk banyak pemain di lini pertahanannya. Mengusung formasi 3-4-2-1, The Hammers seolah menutup semua celah dan pintu masuk pertahanan mereka.
Trio Disasi, Todibo, dan Mavropanos tampil solid dan tak membiarkan penyerang-penyerang Arsenal berkreasi di sepertiga akhir lapangan. Babak pertama berakhir tanpa gol.
Nampak sudah buntu, Mikel Arteta melakukan sejumlah penyesuaian di pertengahan babak kedua. Martin Odegaard dan Kai Haverzt dimasukkan menggantikan Eze dan Zubimendi. Bermain agresif dengan dua penyerang tengah membuat serangan Arsenal makin berbahaya. Tak cukup, Arteta kembali memasukkan Noni Madueke menggantikan Saka yang mulai kelelahan pada menit 80.
Hasilnya instan. Tiga menit kemudian, serangan cepat dan bergelombang Arsenal menciptakan kehebohan di lini belakang West Ham. Hingga umpan tarik Martin Odegaard dari sisi kiri pertahanan The Hammers disambut tendangan keras Trossard. Gol.
Gol yang menjadi satu-satunya gol sah dalam pertandingan ini. Gol ajaib dari pemain asal Belgia yang makin memantapkan posisi Arsenal di puncak klasemen Premier League saat ini dengan 79 poin. Sementara dengan hasil ini, Arsenal unggul 5 poin dari Manchester City yang masih selisih satu laga.
Kemenangan dalam derbi London ini menjaga peluang Arsenal menjuarai English Premier League (EPL) musim 2025/2026. Dengan menyisakan dua laga, nasib The Gunners ditentukan oleh diri mereka sendiri.
Bila mampu menang di laga home melawan Burnley (19/5) dan awal melawan Crystal Palace (24/5), Viktor Gyokeres dkk bakal meraih juara EPL mereka setelah lebih dari dua dekade menunggu.
Momen ini bahkan bisa makin spesial bila mereka mampu mengawinkan gelar EPL dengan menjadi juara Liga Champions UEFA yang tinggal selangkah lagi bisa mereka gapai. (rm)
Editor : A. Nugroho