RADAR MALANG- Walisson Maia di skuad Singo Edan tak sekadar menggalang pertahanan kukuh dalam pertandingan BRI Super League. Center back berusia 34 tahun itu juga diminta menjalankan tugas sebagai figur senior. Pengalamannya bermain di kompetisi level tertinggi Liga Brasil diharapkan bisa membuatnya membantu tim terkait tactical.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjelaskan, tugas Maia tidak sekadar menyemangati atau memberikan motivasi kepada rekan satu setim. Namun, juga harus memberikan masukan terkait aspek bertahan sebelum laga dan saat jeda turun minum. ”Kami membutuhkan pandangannya dan pemain senior lain untuk membuat tim ini semakin bagus,” katanya.
Tugas tersebut diberikan kepada Maia bukan tanpa alasan. Pemain bernomor punggung lima itu diketahui memiliki pengalaman berlaga di kompetisi kasta tertinggi sepak bola cukup panjang. Dia juga pernah merasakan gelar juara di Liga Brasil. Lalu, menghadapi tim lawan yang memiliki skuad berkualitas di sana.
Lewat pengalaman itu diyakini membuat Maia mampu menganalisis pergerakan individu dalam pertandingan. Baik itu yang dilakukan rekan setim maupun lawan. Marcos melihat, hal itu sangat berguna saat lini belakang Arema FC dieksploitasi Persebaya Surabaya dalam laga pekan ke-30 lalu. Begitu juga saat membantu tim mencari cara membongkar pertahanan Persik Kediri dalam laga pekan ke-31 lalu dan PSM Makassar, Sabtu lalu (9/5).
Menurutnya, Maia juga sering melakukan tugas itu saat bermain. Dia menjalin komunikasi dengan lini belakang lain membuat garis pertahanan yang solid. ”Terlepas apakah dia akan bermain atau tidak, saya pikir peran yang dimiliki Maia sangat penting untuk membantu tim ini meraih kemenangan,” kata dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo