Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Makin Nyaman Pakai Tiga Bek, Marcos Santos Enggan Ubah Formasi hingga Akhir Musim

M. Affan Fauzan • Senin, 11 Mei 2026 | 16:28 WIB
BENTENG SOLID: Pemain Arema FC membuat pagar betis di area gawang untuk menghalau tendangan gelandang PSM Makassar Savio Roberto. (foto: Darmono)
BENTENG SOLID: Pemain Arema FC membuat pagar betis di area gawang untuk menghalau tendangan gelandang PSM Makassar Savio Roberto. (foto: Darmono)

MALANG, RADAR MALANG – Arema FC dipastikan bakal lebih sering memakai skema tiga stoper hingga akhir musim setelah formasi tersebut dinilai sukses meningkatkan keseimbangan permainan tim. Kemenangan 3-0 atas PSM Makassar menjadi bukti bahwa strategi anyar Singo Edan mampu memperkuat lini belakang sekaligus menjaga agresivitas serangan.

Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menilai perubahan pendekatan taktik itu lahir dari evaluasi panjang selama putaran pertama. Tim pelatih menemukan banyak celah di area pertahanan ketika skuad terlalu fokus menyerang dan kehilangan antisipasi saat menghadapi serangan balik lawan.

Marcos Santos menjelaskan, keputusan menggunakan tiga stoper diambil setelah melihat karakter mayoritas tim Super League yang mengandalkan counter attack cepat. Menurutnya, Arema FC beberapa kali kehilangan poin karena terlalu lama menguasai bola di area lawan namun lengah saat transisi bertahan.

“Banyak tim di Super League sangat cepat saat melakukan serangan balik. Itu membuat kami harus mencari pendekatan berbeda pada putaran kedua,” ujar Marcos.

Perubahan itu ternyata langsung memberi dampak signifikan terhadap performa tim. Arema FC mampu mencatat tujuh clean sheet sepanjang putaran kedua dengan jumlah kebobolan yang jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Tidak hanya memperkuat pertahanan, skema tersebut juga membuat distribusi bola dari lini belakang lebih rapi. Arema FC tetap mampu menjaga intensitas serangan tanpa harus meninggalkan ruang kosong terlalu besar di area pertahanan sendiri.

Baca Juga: Center Back Arema FC Walisson Maia Punya Tugas Ganda di Skuad Arema FC

Adaptasi Pemain Jadi Kunci Keberhasilan

Marcos mengakui keberhasilan skema tiga stoper tidak lepas dari kemampuan pemain beradaptasi dengan cepat. Beberapa pemain yang awalnya berposisi gelandang kini mampu tampil solid saat ditempatkan lebih dalam sebagai stoper tambahan.

Nama-nama seperti Julian Guevara, Matheus Blade, dan Betinho Filho dinilai berhasil menjalankan peran baru dengan baik. Ketiganya mampu membantu keseimbangan permainan, terutama saat Arema FC menghadapi tekanan lawan dalam situasi transisi.

“Para pemain bisa beradaptasi dengan sangat baik. Mereka tetap nyaman bermain meski berada di posisi berbeda,” katanya.

Kondisi itu membuat Marcos tidak terlalu khawatir dengan keterbatasan stok stoper murni dalam skuad Arema FC. Fleksibilitas pemain justru memberi banyak pilihan strategi bagi tim pelatih.

Baca Juga: Arema FC Catat Rekor Clean Sheet Baru, Berikut Perbandingan dengan Musim Lalu

Arema FC Pertahankan Formasi hingga Akhir Musim

Karena terus memberi hasil positif, Marcos memastikan kemungkinan besar Arema FC tidak akan mengubah formasi utama hingga kompetisi berakhir. Dirinya percaya skema tiga stoper masih efektif untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

Arema FC kini bersiap menghadapi PSBS Biak dan PSIM Jogjakarta dengan kepercayaan diri tinggi. Tim pelatih optimistis pola permainan yang mulai stabil dapat membantu Singo Edan menjaga tren kemenangan pada akhir musim.

“Kami percaya formasi ini masih sangat cocok untuk tim dan bisa membantu meraih hasil maksimal di pertandingan selanjutnya,” tandas Marcos.

Editor : Aditya Novrian
#tiga stoper #Arema FC #Super League #Marcos Santos #psm makassar