Di balik simbol tersebut, ternyata tersimpan sejarah panjang yang jarang diketahui banyak orang. Tindik pada logo singa disebut bukan dibuat tanpa alasan, melainkan terinspirasi langsung dari sosok pendiri Arema yang dikenal dengan nama Sam Ikul.
Baca Juga: Aremania Utas dan Arema FC Datangi Tersangka Kasus Wediawu, Begini Pesan Ali Rifki
Singa Bertindik Terinspirasi Pendiri Arema
Cerita tersebut diungkapkan pencipta logo singa bertindik, Agus "Drekmen" Kasin, dalam podcast di kanal YouTube Supporter Entrepreneur Hub.
Menurut Agus, ide penggunaan tindik pada logo singa muncul karena Sam Ikul juga dikenal memakai tindik pada masa itu.
“Waktu itu si bos sam (Mas) Ikul ini kan bertindik. Nah, akhirnya waktu bikin gambar itu dikei tindik ae (dikasih tindik saja) cekne podo ambi sing duwe (biar sama dengan yang punya), akhirnya lahirlah singa bertindik,” ujarnya.
Agus juga menjelaskan nama “Drekmen” yang selama ini melekat pada dirinya berasal dari pelafalan “drakman” yang kemudian berubah karena lebih mudah diucapkan keluarga dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Cerita Winger Arema FC Gabriel Silva Mulai Rasakan Penjagaan Lawan Lebih Ketat saat Bertanding
Berawal dari Lomba Bendera Arema
Logo singa bertindik ternyata lahir dari perlombaan desain bendera Arema pada masa awal berdirinya klub.
Dalam kompetisi tersebut, desain singa bertindik karya Agus berhasil meraih juara kedua. Namun lambang itu justru berkembang menjadi ikon yang sangat melekat dengan identitas Arema hingga sekarang.
Menurut Agus, logo tersebut dibuat dengan konsep gambar yang “hidup” melalui perpaduan beberapa warna.
Ia menegaskan proses pemilihan logo tidak hanya diputuskan satu orang saja, tetapi juga melibatkan banyak pihak dan warga Malang.
“Seluruh warga Malang ikut andil dalam pemilihan logo singa bertindik,” ungkapnya.
Jadi Identitas Khas Arema
Seiring perjalanan waktu, logo singa bertindik menjadi simbol kuat yang identik dengan Arema dan Aremania.
Selain dikenal sebagai Singo Edan, Arema juga menjadi salah satu klub sepak bola dengan basis suporter besar di Indonesia.
Klub asal Malang tersebut saat ini masih berlaga di kasta tertinggi sepak bola nasional yang kini bernama Super League.
Bagi sebagian Aremania, logo singa bertindik bukan sekadar lambang klub, melainkan simbol loyalitas, sejarah, dan identitas warga Malang yang terus bertahan lintas generasi.
Editor : Aditya Novrian