Sekretaris Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Malang Ken Mahendra menjabarkan, Kejurprov memang menjadi salah satu ajang untuk menyeleksi atlet tampil di Kejurnas. Pemilihan atlet didasarkan atas capaian di ajang itu. Yakni meraih medali emas dan medali perak.
”Untuk Kota Malang sendiri mendapatkan empat medali emas dan lima medali perunggu,” ujar dia. Menurutnya, empat medali emas tersebut didapatkan tiga atlet. Karena salah satu dari mereka mendapatkan dua emas.
Meski tiga atlet peraih emas memiliki peluang tampil di Kejurnas, Ken menjelaskan saat ini FPTI Kota Malang baru bisa memastikan satu atlet untuk diberangkatkan. Penyebabnya, dua atlet lainnya masih berada di kelompok usia yang belum dipertandingkan di Kejurnas. Sebagai informasi, Kejurnas 2026 tersebut hanya membuka kategori U-17 dan U-19.
”Sementara dua atlet yang meraih emas lain mengikuti kategori U-15 dan U-9,” ujar dia. Meski begitu, peluang atlet Kota Malang untuk tampil di Kejurnas belum sepenuhnya tertutup. Sebab, pihaknya masih menunggu hasil penilaian dan rekap poin dari Kejurprov. Aspek itu juga bisa menentukan, apakah atlet layak memperkuat kontingen Jawa Timur.
Sebagai informasi, atlet yang mendapatkan medali emas di Kejurprov secara otomatis mendapatkan tiket untuk tampil di Kejurnas dengan pembiayaan penuh. Sementara untuk peraih medali perak bisa berangkat namun harus dengan pembiayaan mandiri. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo