Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berganti Wajah Berkali-kali, Ini Evolusi Logo Arema FC dari 1987 hingga Sekarang

Diva Ayu Herdianasari • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:50 WIB
Bukan sekadar gambar. Logo Arema FC adalah nyawa, sejarah, dan pemersatu. Biru untuk kedamaian, merah untuk semangat juang. (Instagram @aremafcofficial)
Bukan sekadar gambar. Logo Arema FC adalah nyawa, sejarah, dan pemersatu. Biru untuk kedamaian, merah untuk semangat juang. (Instagram @aremafcofficial)

MALANG, RADAR MALANG – Logo Arema FC bukan sekadar simbol visual bagi pendukungnya. Lambang Singo Edan menjadi identitas sakral yang merekam perjalanan klub, semangat perjuangan, hingga kedekatan emosional dengan Aremania dan Aremanita sejak berdiri pada 11 Agustus 1987.

Seiring perjalanan waktu, logo Arema FC mengalami beberapa kali perubahan. Mulai dari desain sederhana  singa mengepal, era singa bertindik, hingga transformasi berbentuk perisai saat memakai nama Arema Cronus. Meski begitu, elemen kepala singa tetap dipertahankan sebagai simbol keberanian dan karakter khas Malang.

Logo Pertama Arema FC Tampil Sederhana dengan Dominasi Biru

Pada awal berdiri, logo Arema dibuat dengan desain yang sederhana. Lambang tersebut menampilkan kepala singa dengan pose tangan mengepal dan dominasi warna biru pekat berpadu putih.

Warna biru dipilih bukan tanpa alasan. Selain menjadi identitas klub, warna itu juga dianggap merepresentasikan Kota Malang. Desain awal ini menjadi simbol lahirnya kebanggaan baru masyarakat Malang terhadap klub sepak bola mereka.

Julukan Singo Edan sendiri muncul karena gaya bermain Arema yang dikenal keras, lugas, dan tanpa kompromi di lapangan. Karakter tersebut kemudian melekat kuat pada identitas klub maupun suporternya.

Era 1990-an Jadi Awal Logo Arema Lebih Berwarna

Memasuki era 1990-an, logo Arema mengalami perubahan cukup signifikan. Kepala singa berubah menjadi berwarna kuning dengan dasar biru yang lebih mencolok.

Pada era ini logo sudah identik dengan singa bertindik.

Baca Juga: Bisakah Arema FC Kembali Pakai Logo Singa Bertindik? Ini Penjelasan Sejarah dan Alasannya

Tak hanya itu, terdapat tambahan tulisan “Arema” di bagian atas logo serta tanggal “11 Agustus 1987”. Elemen api merah di sisi kanan dan kiri singa juga mulai digunakan sebagai simbol semangat perjuangan.

Perubahan ini membuat logo Arema tampil lebih hidup sekaligus mempertegas identitas klub di era awal Liga Indonesia.

Penyempurnaan Logo Membawa Identitas Arema Semakin Kuat

Setelah logo kedua digunakan, Arema kembali melakukan penyempurnaan detail visual. Bentuk dasar tetap dipertahankan dengan singa bertindik.

Namun, tipografi dibuat lebih formal dan detail logo diperjelas agar tampak lebih modern serta mudah dikenali. Logo inilah yang banyak melekat dalam memori publik ketika Arema mulai mencatat berbagai prestasi nasional.

Di masa tersebut, lambang Singo Edan juga semakin sering memenuhi tribun stadion melalui atribut yang dibawa Aremania dan Aremanita.

Logo Arema Cronus Hadir saat Dualisme Klub

Perubahan besar kembali terjadi ketika dualisme sepak bola Indonesia berlangsung pada 2013 hingga 2016. Saat itu, nama klub berubah menjadi Arema Cronus.

Logo baru menggunakan bentuk perisai dengan nuansa merah dan biru yang lebih tegas. Kepala singa tetap dipertahankan, tetapi tampil lebih garang untuk memberi kesan kuat dan berwibawa.

Bentuk perisai dipilih sebagai simbol pertahanan dan kekuatan menghadapi situasi sulit di tengah konflik sepak bola nasional kala itu.

Menurut video “Evolusi Logo Arema dari Masa ke Masa” di kanal YouTube Logopedia, logo Arema Cronus merepresentasikan identitas klub yang tetap bertahan di tengah dinamika dualisme.

Logo Arema FC Modern Dipakai hingga Sekarang

Pada 2017, identitas klub kembali berubah. Nama Arema Cronus resmi diganti menjadi Arema FC dan bentuk logo kembali mengusung konsep sederhana seperti era awal.

Logo terbaru menampilkan kepala singa biru dengan tangan mengepal di dalam lingkaran. Elemen api merah tetap dipertahankan di sisi kanan dan kiri, disertai tulisan “Arema FC” serta “EST 1987”.

Dalam video Logopedia dijelaskan bahwa warna biru melambangkan kedamaian, merah menggambarkan semangat juang, api menjadi simbol perjuangan yang terus menyala, sedangkan singa merepresentasikan keberanian Arek Malang.

Hingga kini, logo Arema FC tersebut masih digunakan dan menjadi simbol kuat yang melekat pada identitas klub maupun ribuan Aremania di berbagai daerah.

Editor : Aditya Novrian
#Evolusi Logo Arema #1987-sekarang #identitas sakral #arema malang