BANTUL, RADAR MALANG – Pelatih Arema FC Marcos Santos mengaku mengikuti perkembangan situasi internal PSBS Biak jelang pertemuan kedua tim, Jumat malam (15/5). Tim berjuluk Badai Pasifik itu disebut tengah menghadapi persoalan internal, mulai isu penunggakan gaji hingga hengkangnya sejumlah pemain.
Meski menjadi lawan di pekan ke-33 Liga Indonesia, Marcos justru menyampaikan simpati terhadap kondisi yang sedang dialami PSBS Biak. Menurut dia, situasi di luar lapangan seperti itu dapat berdampak besar terhadap mental dan performa tim.
Marcos Santos Soroti Tekanan yang Dialami PSBS Biak
Pelatih asal Brasil tersebut menilai tekanan yang dihadapi PSBS Biak tidak ringan. Selain harus berusaha bangkit dari hasil negatif, mereka juga dibayangi persoalan internal yang mempengaruhi kondisi tim secara keseluruhan.
“Saya ingin menunjukkan solidaritas dan simpati saya terhadap para pemain dan staf pelatih Biak. Mereka tengah mengalami periode yang sulit saat ini,” ujar Marcos.
Menurut dia, kondisi tersebut patut dihormati seluruh pemain Arema FC sebagai sesama pelaku sepak bola profesional di Indonesia.
Marcos menegaskan, sportivitas tetap harus dijunjung tinggi meski kedua tim akan saling bersaing di lapangan.
Baca Juga: Adi Satryo Kembali Masuk Skuad Arema FC Melawan PSBS Biak setelah Absen Enam Laga
Arema FC Diminta Tidak Meremehkan Lawan
Di sisi lain, Marcos mengingatkan para pemain Singo Edan agar tidak terlena dengan kondisi lawan yang sedang tidak ideal. Ia menilai PSBS Biak tetap memiliki kualitas yang bisa menyulitkan Arema FC sepanjang pertandingan.
Karena itu, Lucas Frigeri dan kawan-kawan diminta menjaga fokus penuh selama 90 menit.
“Kami tidak boleh lengah dan menghadapi pertandingan ini dengan motivasi tinggi,” tegasnya.
Arema FC Bidik Tiga Poin di Kandang PSBS Biak
Dengan persiapan yang sudah dilakukan, Marcos optimistis Arema FC mampu menampilkan permainan terbaik saat bertandang ke markas PSBS Biak.
Ia berharap timnya tetap tampil disiplin dan mampu membawa pulang tiga poin penting dari laga tandang tersebut untuk menjaga tren positif di akhir musim.
Editor : Aditya Novrian