KABUPATEN-RADAR MALANG - Kemenangan besar 5-2 atas PSBS Biak pada laga pekan ke-33 lalu tidak membuat tim pelatih Arema FC puas. Penyebabnya, dalam laga tersebut ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Salah satunya, sektor belakang yang mudah kemasukan gol.
Dalam pertandingan tersebut, Singo Edan kemasukan gol dari dua situasi yang berbeda. Pertama, melalui skema serangan balik yang dimulai dari sisi kiri lapangan. Lalu gol kedua yang tercipta dari setelah terjadi handball pemain belakang Arema FC di kotak penalti.
Sebelum laga tersebut, PSBS Biak sejatinya tak pernah mencetak gol. Puasa membobol gawang lawan dalam lima laga beruntun. Mulai dari saat melawan Persija, Persijap, Malut United, Persebaya Surabaya, dan Dewa United.
”Terlepas dari kemenangan itu (lawan PSBS) kami tak boleh mengabaikan dua gol ke gawang tim. Agar situasi seperti di babak pertama laga itu tidak terulang kembali,” ujar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos. Berdasar pengamatannya, garis pertahanan tim cenderung longgar di beberapa momen. Itu menyebabkan, lawan cukup mudah mengeksploitasi saat mendapatkan bola ataupun memanfaatkan second ball.
Selain itu, Marcos juga menyoroti kedisiplinan elemen tim saat bertahan. Sejumlah penggawa tidak mampu kembali ke posisi semula setelah melancarkan serangan. Itu membuat lawan mudah masuk ke area pertahanan. Akibatnya, memanfaatkan momentum tersebut untuk mencetak gol.
Juru taktik asal Brasil itu tidak menampik timnya mampu mengatasi situasi itu pada interval kedua laga. Anak asuhnya, bermain lebih disiplin dalam menghalau bola yang datang di kotak penalti. Namun, dia melihat perlu terus ditingkatkan sebelum laga selanjutnya.
”Pertandingan mendatang pasti tidak akan mudah bagi untuk kami. Apalagi lawan kali ini (PSIM Jogjakarta) memiliki lini depan yang lebih berbahaya,” ujar dia. Marcos memastikan akan berfokus untuk mengasah aspek bertahan selama sepekan ini. Mereka akan menjajal skema mengantisipasi serangan lawan. Mulai dari melalui skema open play maupun bola mati. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo