RADAR MALANG-Meski enggan mencari kambing hitam terkait kegagalan di Final Four, Unggul FC Malang sudah mengantongi beberapa hal yang membuat tim rasakan inkonsistensi performa. Salah satunya, proses adaptasi Pelatih Kepala Andre Brocanelo dan tim yang sempat berjalan kurang maksimal. Akibatnya, rasakan beberapa hasil yang kurang menyenangkan di laga Pro Futsal League (PFL).
Sebagai informasi, sejauh ini Unggul FC Malang rasakan enam kali kekalahan dan dua hasil imbang dalam 21 pertandingan. Jumlah kekalahan itu jadi yang tertinggi di antara klub peringkat lima besar. Selama waktu itu kebobolan 64 dan memasukkan 114 gol.
”Ini tahun pertama Coach Andre Brocanelo, ada banyak hal yang harus membuatnya beradaptasi,” kata Analis Tim Unggul FC Malang Ageng Guntoro. Dia perlu menyesuaikan diri dengan kultur tim sampai bagaimana menjalani laga-laga di PFL. Kondisi tersebut dilihatnya, jadi salah satu hal yang membuat performa tim naik dan turun.
Tapi, berjalannya waktu pelatih kepala mulai tune-in. Bagaimana laga melawan Pangsuma FC Kalbar Minggu lalu (17/5) jadi salah satu contohnya. Sebelumnya Unggul FC Malang selalu kalah melawan tim tersebut. Baik di PFL putaran pertama atau Nation Cup.
Ageng merasa dinamika tersebut sesuatu yang sering muncul di semua tim. Dalam hal itu pemain juga perlu beradaptasi juga. Namun, yang perlu dilihat adalah elemen tim terus meningkat. Harapannya, pada kompetisi musim depan bisa semakin bagus lagi secara hasil dan performa. ”Kami bersyukur tim tetap berada dalam tren positif dan mengamankan dua kemenangan di kandang,” ujar dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo