KABUPATEN-RADAR MALANG - Aturan kuota pemain asing di BRI Super League musim 2026/2027 diperkirakan masih sama seperti kompetisi 2025/2026. Klub tetap bisa memakai 11 legiun asing dengan sembilan penggawa masuk Daftar Susunan Pemain (DSP). Sementara hanya tujuh pemain asing yang diperbolehkan bermain di lapangan dalam satu pertandingan.
Musim ini, Arema FC memaksimalkan kuota pemain asing itu. Skuad Singo Edan berisi Lucas Frigeri, Walisson Maia, Julian Guevara, Matheus Blade, Pablo Oliveira, Betinho Filho, Gustavo Franca, Valdeci Moreira, Gabriel Silva, Dalberto Luan Belo, serta Joel Vinicius. Sebelumnya pada putaran pertama, Yann Motta, Ian Puleio, dan Paulinho Moccelin jadi bagian tim. Lantas, bagaimana dengan musim 2026/2027?
”Kalau regulasi (kuota asing) tidak mengalami perubahan, kami tetap akan mengambil slot maksimal musim depan,” ujar General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya, memenuhi kuota itu memberikan berbagai keuntungan. Selain meningkatkan permainan tim, kedalaman skuad juga semakin bagus saat mengarungi kompetisi.
Dia mencontohkan, bagaimana Arema FC bisa tetap kompetitif tanpa keberadaan Luiz Gustavo pada putaran kedua kompetisi. Tim pelatih juga tidak khawatir mengenai opsi pemain pengganti saat ada yang absen akibat akumulasi kartu sampai cedera. Itu menyusul, memiliki legiun asing yang multi posisi seperti Betinho Filho, Julian Guevara sampai Matheus Blade.
Selain itu, pria yang akrab disapa Inal memprediksi, kuota tersebut bakal dimaksimalkan oleh tim-tim kompetitor. Saat Singo Edan tidak menggunakan cara serupa, berpotensi kesulitan bersaing. ”Rata-rata klub Super League mengambil 11 pemain musim ini. Mereka pasti akan melakukan hal serupa musim depan (saat aturannya serupa),” tambah dia.
Meski begitu, Inal memastikan sosok pemain asing yang jadi rekrutan atau dipertahankan tidak hanya untuk memenuhi kuota slot asing saja. Pemain tersebut harus memenuhi kriteria manajemen dan tim pelatih. Tujuannya, agar penampilan tim bisa memberikan efek besar saat mengarungi kompetisi. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo