MALANG KOTA-RADAR MALANG – Center Back Walisson Maia memang belum pernah menghadapi PSIM Jogjakarta musim ini. Itu menyusul, baru bergabung dengan skuad Singo Edan pada putaran kedua kompetisi. Kendati begitu, dia memastikan sudah mengantongi bagaimana kekuatan tim berjuluk Laskar Mataram tersebut.
Menurutnya, cara terbaik untuk meraih kemenangan saat melawan anak asuh Van Gastel adalah menjaga lini belakang agar tidak mudah kebobolan. Dia melihat, klub yang berkandang di Stadion Sultan Agung Bantul musim ini itu punya lini depan tajam. ”Pemain PSIM sangat cepat saat melakukan counter attack. Tetapi para pemain kami memiliki kemampuan untuk mengatasi hal itu,” ujar Maia.
Stoper berusia 34 tahun itu mengungkapkan, selama satu pekan ini dirinya sudah menganalisis serangan PSIM dalam beberapa laga terakhir. Berdasar pengamatannya, lawan memiliki keunggulan di sektor sayap. Karena fullback dan winger Laskar Mataram memiliki kecepatan.
Meski bakal mendapatkan perlawanan ketat, dia percaya lini belakang Arema FC bisa meredam serangan tim tamu. Alasannya, Singo Edan pernah menghadapi lawan dengan permainan seperti itu. Salah satunya adalah Persib Bandung.
Pemain bernomor punggung 5 itu mengungkapkan, dirinya bersama para pemain di lini belakang juga memiliki kecepatan untuk mengantisipasi pergerakan lawan yang lincah. Selain itu, kemampuan para stoper Arema FC dalam melakukan clearance bakal diandalkan. Khususnya untuk memutus serangan balik atau umpan panjang PSIM.
Maia mengungkapkan, lini belakang yang kukuh tidak hanya membuat tim mengurangi potensi kebobolan. Namun juga membalikkan momentum untuk melancarkan serangan. ”Jika kami berhasil memutus serangan lawan, kami bisa memegang bola dan secara natural bakal memanfaatkan kesempatan itu untuk menyerang balik,” ujarnya.
Untuk bisa meraih hal tersebut, Maia mewanti-wanti rekan setimnya untuk menjaga konsentrasi selama 90 menit pertandingan. Khususnya, momen krusial pada 10 menit awal dan terakhir pertandingan. Harapannya menang di Stadion Kanjuruhan. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo