KABUPATEN, RADAR MALANG - Dua misi yang diusung Arema FC di laga kemarin sore (22/5) terwujud. Yang pertama yakni menuntaskan BRI Super League musim ini dengan happy ending. Berikutnya yakni misi menjaga dominasi atas tim-tim promosi.
Dengan kemenangan 3-1 atas PSIM Jogjakarta kemarin sore, Singo Edan tercatat tak pernah kalah dalam enam laga saat bersua tim promosi. Laga kemarin sore juga terasa lebih istimewa karena turut disaksikan 6.502 suporter di Stadion Kanjuruhan.
Itu menjadi jumlah penonton terbanyak ketiga sepanjang musim ini.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengakui kehadiran Aremania jadi salah satu alasan timnya bisa bermain bagus. ”Aremania memberikan dukungan yang luar biasa kepada kami, itu membuat pemain jadi lebih termotivasi dari biasanya,” kata dia
Sejak menit awal babak pertama, kedua tim yang tahu bahwa hasil laga tak banyak berpengaruh memilih bermain terbuka. Arema FC maupun PSIM Jogjakarta sama-sama ingin mencetak gol lebih dulu.
Namun momentum tersebut lebih dulu didapatkan Singo Edan pada menit ke-3. Joel Vinicius sukses membuka keunggulan Arema FC setelah memanfaatkan skema serangan balik dari umpan Dalberto Luan Belo. Setelah mencetak angka, tim besutan Marcos Santos berupaya memperlebar jarak dengan kombinasi serangan.
Sayangnya, beberapa di antaranya hanya mengenai mistar dan berhasil diredam penjaga gawang Laskar Mataram-julukan PSIM Jogjakarta, Cahya Supriadi. Meski berhasil unggul, PSIM bukan tanpa perlawanan. Mereka sempat mengancam gawang Adi Satryo sebanyak dua kali.
Baca Juga: Full Time: Arema FC Tutup Musim BRI Super League dengan Kemenangan 3-1 atas PSIM Jogjakarta
Situasi pertandingan tidak mengalami perubahan setelah turun minum. Arema FC tetap menggunakan formula yang sama ketika mencetak gol cepat pada menit ke-48. Skema serangan balik yang diinisiasi Betinho Filho berhasil dituntaskan dengan sempurna oleh Dalberto Luan Belo.
Meski kebobolan untuk kedua kalinya, PSIM Jogjakarta justru memegang kendali pertandingan. Mereka memanfaatkan keuntungan tersebut untuk menumpuk pemain di sisi kanan pertahanan. Saat itulah Laskar Mataram berhasil memperkecil kedudukan pada menit ke-52 melalui tendangan Deri Corfe dari luar kotak penalti.
Arema FC baru bisa mencetak gol lagi pada menit 90. Tendangan plesing dari pemain pengganti Valdeci Moreira berhasil memperlebar jarak menjadi 3-1. Hasil tersebut tidak berubah sampai peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Hadapi PSIM, Arema FC Usung Misi Jaga Tren Dominasi atas Tim Promosi
Laga kemarin menjadi penanda satu musim Marcos Santos berkarier di Indonesia. Dia mengaku sudah merasakan banyak tantangan. Seperti kehilangan pemain akibat cedera, banyaknya pemain absen akibat sanksi kartu, sampai kehilangan staf pelatih. Meski begitu, mereka berhasil melewati situasi tersebut dan mampu memastikan posisi 10 besar klasemen musim ini.
Marcos percaya Arema FC bisa tampil lebih kuat lagi pada musim depan. Bila tetap bertahan, dia memastikan posisi klasemen musim depan bakal lebih baik lagi. ”Saya pastikan tim ini akan lebih konsisten lagi di kompetisi mendatang,” imbuhnya.
Senada dengan Marcos, Adi Satryo menyebut kalau permainan timnya mengalami peningkatan di laga terakhir. Dia dan rekan-rekannya menjadi bersemangat untuk bisa menuntaskan pertandingan dengan happy ending. ”Tenaga ekstra dari Aremania membuat kami berjuang mati-matian untuk meraih kemenangan,” ujar dia.
Dia menyebut, menutup laga dengan hasil positif bisa menjadi tambahan motivasi pemain menjelang masa libur. Sehingga ketika kembali bisa berlatih mereka bisa memiliki semangat yang sama. Jika bertahan bersama Arema FC musim depan, dia berharap bisa membawa tim meraih posisi yang lebih baik. (zan/by)
Editor : A. Nugroho