MALANG KOTA-RADAR MALANG - Ketangguhan Matheus Blade dalam memutus serangan lawan berbuah pencapaian individu. Gelandang bertahan berusia 29 tahun itu menjadi pemain dengan jumlah tekel terbanyak di BRI Super League musim ini. Sepanjang 30 penampilannya bersama Singo Edan, dia menorehkan total 100 tekel.
Statistik tekel pemain asal Brasil terpaut cukup jauh dengan para pemain BRI Super League lain. Penggawa Bali United FC Ricky Fajrin berada di posisi kedua mengoleksi 91 tekel, Imanol Garcia berasal dari Persik Kediri menempati urutan ketiga dengan 88 tekel. Sementara urutan keempat sampai kesepuluh mencatatkan rata-rata tekel sebanyak 60 sampai 70 dalam 34 pertandingan.
Pesepak bola bernomor punggung 26 tersebut merasa senang dengan torehan itu. Angka-angka tersebut menunjukkan kalau dia selalu bekerja keras di setiap mendapatkan kesempatan berlaga. ”Saya rasa ini merupakan salah satu bentuk kontribusi saya terhadap tim ini (Arema FC),” ujar dia.
Blade mengungkapkan, perannya di sektor tengah tidak hanya berfokus pada mendistribusikan bola dan jadi jembatan dari lini belakang ke tengah. Ataupun mencetak gol dari situasi bola mati. Di bawah arahan Marcos Santos, dia juga diminta menjalankan tugas untuk menghentikan aliran serangan lawan dan menghalau upaya lawan cetak gol.
Blade bercerita, selalu berhati-hati saat memutuskan untuk melakukan tekel. Itu karena, dalam beberapa kesempatan, sempat diganjar kartu kuning dan merah akibat melakukan tekel yang kurang sempurna. Dia selalu berusaha mengevaluasi cara bertahan yang baik dan efektif saat latihan.
Menurutnya, torehan tekel tersebut tidak membuatnya merasa puas. Dia berhasrat bisa memperbanyak catatan individunya pada kompetisi musim mendatang dan beri kontribusi untuk tim. ”Jika saya bisa tampil konsisten (saat bertahan maupun menyerang), itu tidak hanya berdampak ke performa saya saja. Namun juga memudahkan tim yang saya bela raih kemenangan,” ujar dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo