KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG – Arema FC pada musim 2025/2026 memaksimalkan regulasi tujuh pemain asing yang bisa bermain bersama. Karena itu, tujuh dari sepuluh penggawa impor Singo Edan memiliki menit bermain terbanyak. Tiga di antaranya bahkan mampu mencatatkan lebih dari 2.000 menit penampilan.
Pemain Singo Edan dengan menit terbanyak pada musim 2025/2026 adalah Matheus Blade. Dia mencatatkan 2.591 menit bermain. Disusul Dalberto Luan Belo di urutan kedua dengan 2.344 menit bermain. Lalu kapten tim Johan Ahmat Farizi dengan 2.119 menit bermain.
Baca Juga: Gelandang Arema FC Matheus Blade Jadi ”Raja” Tekel BRI Super League
Marcos Santos menjabarkan, statistik menit bermain tersebut disebabkan strategi klub. Tim pelatih ingin memanfaatkan kuota pemain asing selama mengarungi kompetisi. ”Kami ingin penggawa asing memberikan kontribusi besar. Apalagi, setiap tim punya kuota 11 pemain asing,” ujar dia.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, Arema FC memiliki pemain asing yang berkualitas. Banyak di antara mereka yang selalu menunjukkan konsistensi permainan saat mendapatkan kesempatan tampil. Mereka juga memberikan kontribusi besar baik dalam bertahan maupun menyerang.
Melihat hal itu, Marcos tidak ingin mengabaikan performa tersebut. Terlebih, tim sengaja merekrut 11 legiun asing. Mereka didatangkan untuk membuat Singo Edan semakin kompetitif.
Baca Juga: Dalberto Luan Belo Diminati Klub Liga Brunei Darussalam
Meski begitu, juru taktik berusia 46 tahun itu memastikan tim pelatih Arema FC selalu berlaku adil kepada semua pemain. Bakal menurunkan skuad dengan dasar performa di pertandingan sebelumnya dan saat proses latihan. ”Pemain lokal kualitasnya tidak kalah bagus. Mereka juga sering mendapatkan kesempatan bermain karena memang layak mendapatkannya,” tambah dia.
Dia mencontohkan peran Kapten Tim Johan Ahmat Farizi dan gelandang muda Arkhan Fikri yang memiliki menit bermain cukup banyak. Keduanya menunjukkan jika penggawa lokal bisa bersaing secara sehat dengan pemain asing. Begitu juga dengan Rio Fahmi yang masuk ke urutan 10 besar meski didatangkan paro musim.
Baca Juga: Perpanjang Kontrak, Johan Ahmat Farizi dan Dendi Santoso Melanjutkan Pengabdiannya di Arema FC
Senada dengan Marcos, Winger Arema FC Gabriel Silva melihat, menit bermain tak dipengaruhi status atau asal pemain. Menurutnya, performa di latihan maupun pertandingan menjadi faktor paling penting dalam menentukan siapa yang berlaga. Terlepas itu, semua pemain tak memandang asal atau siapa yang ada di tim.
”Karena jika pemain yang dipilih tampil bagus, itu bisa memotivasi pemain lain untuk bekerja lebih keras saat latihan,” jelasnya. Menurutnya, sesama pemain saling mendukung untuk kemenangan Arema FC. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho