RADAR MALANG-Jumlah kebobolan pada Pro Futsal League (PFL) musim 2025/2026 jadi perhatian serius Unggul FC Malang. Itu karena, performa pertahanan yang kurang maksimal berdampak kepada jumlah kemenangan tim. Akibatnya, harus rela tak lolos ke Final Four.
Statistik kebobolan Anton Cahyo cs meningkat pada kompetisi musim 2025/2026. Pada kompetisi musim tersebut, klub berlogo singa bermahkota itu kemasukan 70 gol. Sedangkan, saat PFL musim 2024/2025 kebobolan 68 gol.
Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono mengatakan, statistik tersebut tidak boleh diabaikan. Harus menjadi perhatian khusus untuk diperbaiki sebelum hadapi kompetisi musim selanjutnya. Menurutnya, lini belakang yang mudah kebobolan disebabkan sejumlah faktor.
”Ada sejumlah strategi bertahan yang belum dilakukan dengan optimal,” ujar dia. Berdasar pengamatannya, problem tersebut bukan berasal dari lawan yang mudah mengeksploitasi lini belakang Ikhsani Fajar dkk. Melainkan akibat kesalahan individu yang kerap terjadi saat hendak membangun serangan maupun mengantisipasi permainan lawan.
Itu terjadi secara berulang kali mengakibatkan tim mengalami banyak kebobolan. Bagaimana proses kebobolan tim saat melawan Bintang Timur Surabaya pada pertandingan pemungkas PFL jadi salah satu contohnya.
Dia melihat, kalau skema power play yang kurang maksimal juga berperan meningkatkan jumlah kebobolan tim. Dalam beberapa kesempatan, skema menyerang mereka mudah diputus lawan. Akibatnya, lawan bisa langsung melakukan tembakan jarak jauh untuk cetak gol.
Karena itu, Usa menegaskan timnya bakal berbenah sebelum hadapi kompetisi musim depan. ”Kami berharap evaluasi tersebut bisa membuat pertahanan kami semakin solid lagi,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo