Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pertahankan Skema Kontrak Semusim, Arema FC Merasa Lebih Mudah Lakukan Evaluasi Pemain

M. Affan Fauzan • Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:27 WIB
TAK BERTAHAN LAMA: Valdeci Moreira (kanan) menjadi salah satu legiun asing yang harus keluar dari skuad Arema FC setelah kompetisi musim 2025/2026 selesai.
TAK BERTAHAN LAMA: Valdeci Moreira (kanan) menjadi salah satu legiun asing yang harus keluar dari skuad Arema FC setelah kompetisi musim 2025/2026 selesai.

KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG – Meski punya risiko kehilangan pemain dan lebih sulit untuk lakukan negosiasi ulang, skema kontrak semusim tetap akan dipertahankan Arema FC. Manajemen melihat, durasi itu memberikan banyak keuntungan untuk klub. Salah satunya memudahkan proses evaluasi pada akhir musim. 

”Saat pemain tersebut (asing) mampu tampil konsisten, maka akan kami perpanjang lagi. Namun jika tidak sesuai standar tidak akan dilanjutkan,” ujar General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi. Menurutnya skema kontrak itu, juga bertujuan untuk mengantisipasi legiun asing underperform. Ada potensi pemain impor tidak terpacu atau merasa di zona nyaman saat dapat kontrak panjang. 

Kondisi tersebut bisa menjadi bumerang untuk Arema FC. Itu menyusul, klub harus membayar kompensasi saat memutus kontrak. Jika tidak ingin merasakan hal itu, harus mencarikan klub baru untuk pemain yang dilepas dan punya sisa kontrak.  

 Baca Juga: Update Bursa Transfer Arema FC: Carlos Franca Masuk Radar, Ini Profil Striker Brasil yang Dirumorkan Jadi Pengganti Dalberto

Sedangkan terkait risiko harus negosiasi ulang dan potensi adanya permintaan kenaikan gaji untuk pemain tampil bagus, Inal tak melihat sebagai masalah. Klub memahami betul dinamika tersebut. ”Kami selalu terbuka terkait itu, tapi tetap melakukannya dengan terukur,” katanya.

Dalam tiga musim terakhir, Arema FC hampir selalu kehilangan pemain asing andalan. Selain Dalberto Luan Belo, klub juga tak bisa melanjutkan kerja sama dengan Gustavo Almeida dan Charles Lokolingoy. Tapi, pergantian Ian Puleio dan Yann Motta ke Walisson Maia serta Gabriel Silva musim ini berbuah positif.

Menurut pria asal Bogor tersebut, kontrak jangka pendek juga dipengaruhi industri sepak bola Indonesia yang sangat dinamis. Manajemen membutuhkan fleksibilitas itu dalam menyusun komposisi skuad setiap musim. Cara tersebut sudah dilakukan Arema FC dari beberapa musim sebelumnya.

 Baca Juga: Tak Bisa Langsung Ganti Logo Singa Bertindik, Arema FC Harus Lalui Sejumlah Tahapan

Apabila terdapat pemain yang tidak bisa dipertahankan, maka manajemen Arema FC akan mencari sosok pengganti. Mereka sudah menyiapkan beberapa nama dari pantauan scouting. Begitu juga rekomendasi dari tim kepelatihan Singo Edan.  ”Setiap pemain yang pergi pasti akan ada penggantinya. Tentunya pemain itu setidaknya harus satu level atau bahkan di atasnya,” tambah dia. 

Di tempat terpisah, gelandang Arema FC musim 2025/2026 Julian Guevara menilai pergantian pemain merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional. Klub tahu yang terbaik. ”Saya yakin pemain (baru) yang datang ke sini juga bisa tampil sama bagusnya,” tambah dia. (zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#tiga musim terakhir #Arema FC #Asing #Yusrinal Fitriandi