KOTA MALANG, RADAR MALANG - Atlet Taekwondo Kota Malang mencatatkan performa bagus saat berlaga ajang Ksatria Nusantara International PBTI Series Jatim 2026. Mereka sukses membawa pulang total 21 medali. Capaian itu diraih saat berlaga di dua kategori lomba yaitu nomor poomsae (seni) dan kyorugi (tarung).
Sekretaris Taekwondo Kota Malang Amri Mahardika menjelaskan, persiapan mengikuti kejuaraan tersebut cukup matang. Sudah dilakukan sejak dua bulan sebelum kejuaraan. Dimulai dengan melakukan seleksi internal untuk menentukan 26 atlet yang akan diberangkatkan ke Kediri.
Setelah itu melakukan latihan intensif. Mulai mengasah aspek fisik dan Teknik sampai mempersiapkan strategi. Lalu, memetakan kekuatan lawan.
Baca Juga: Cabor Muay Thai Kota Batu Rekrut Atlet dari Cabor Karate-Taekwondo
Selama pertandingan, atlet Kota Malang tampil kompetitif. Mampu bersaing melawan atlet kontingen lain yang berstatus sebagai jebolan puslatda dan PON. ”Meski lawan yang kami hadapi cukup berat, performa atlet Kota Malang memuaskan. Mereka mampu bersaing dengan paraunggulan dari daerah lain,” ujar dia.
Menurutnya, prestasi di kejuaraan tersebut memberikan banyak keuntungan kepada atlet Kota Malang. Itu karena, bisa menjadi jalan menuju ASEAN Open Indonesia G1. Peserta yang berhasil meraih podium tertinggi berpeluang ikut seleksi nasional mewakili Indonesia.
Baca Juga: Rhino Fighter Club Kota Malang Raih Juara Umum Kejurprov Taekwondo Jatim 2026
”Mereka harus meraih medali emas setidaknya dua sampai tiga seri yang berbeda agar membuka peluang mengikuti kejuaraan G1,” ujar dia. Atlet Taekwondo Kota Malang berencana untuk mengikuti seri berikutnya di Bandung melalui jalur Pelatda atau perwakilan dari Jawa Timur.
Sebelum itu, berencana untuk mengikuti kejuaraan antar pelajar Super Fight yang akan digelar Oktober mendatang dan mempersiapkan kejuaraan Popda Jatim di akhir tahun. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho