KABUPATEN-RADAR MALANG - Manajemen Singo Edan tidak hanya mempertimbangkan performa di atas lapangan untuk memperpanjang kontrak penggawa asing. Kebugaran pemain atau riwayat cedera juga selalu jadi salah satu aspek penting dalam proses evaluasi kontrak. Itu karena, saat pemain harus absen dalam waktu lama berpotensi mengganggu performa tim.
Karena itu, manajemen Singo Edan memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Pablo Oliveira. Gelandang asal Brasil itu menjalani masa pemulihan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan Medial Collateral Ligament (MCL) di Brasil. Diperkirakan, harus menjalani masa pemulihan lebih dari 10 bulan, melebihi periode recovery cedera sebelumnya.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, klub harus mencari opsi lain saat ada pemain yang mengalami masalah kebugaran jangka panjang. Itu menyusul, Singo Edan perlu kekuatan terbaik untuk mengarungi kompetisi. ”Dengan adanya pemain yang absen lama, kami perlu menyusun ulang komposisi pemain (asing) untuk musim depan,” ujar dia.
Dia melihat, kalau memberikan perpanjangan kepada penggawa asing yang menjalani pemulihan bisa menjadi pisau bermata dua. Klub bisa kembali ke dalam performa terbaik dan terhindar dari problem serupa. Atau justru mengalami masalah dan performa tak kembali saat comeback.
Memperhatikan aspek kebugaran pemain asing selalu jadi cara digunakan Singo Edan untuk mengantisipasi legiun impor flop. Meski sudah diantisipasi, beberapa kali pemain impor tetap bermasalah dengan problem kaki. Contohnya, pada musim 2025/2026, rekrutan anyar seperti Valdeci Moreira, Luiz Gustavo, Walisson Maia sempat menepi akibat cedera.
Berangkat dari tersebut, pria yang akrab disapa Inal mempertimbangkan mencari sosok yang lebih bugar. Itu karena, mereka membutuhkan 11 pemain asing yang selalu tersedia di lapangan. Arema FC bertekad tampil lebih baik di dua kompetisi musim depan.
Meski kerja sama dengan Pablo tak berlanjut, manajemen Arema FC memastikan pihak klub akan tetap membantu pemulihan sang pemain. Harapannya, dia bisa kembali pulih dan berlaga lagi. ”Kalau pemain tidak kami perpanjang, pasti proses pemulihannya akan kami tanggung,” tambah dia.
Di tempat terpisah, Fisioterapi Arema FC Reta Arroyan mengatakan, risiko cedera selalu ada untuk pesepak bola di mana saja. Itu menyusul, pertandingan berjalan dinamis. Dilihatnya, perlu pemain yang bugar untuk menunjang tim di kompetisi. ”Karena itu pemeriksaan dan pertimbangan di aspek medis, jadi langkah yang selalu dilakukan semua club sebelum menjalin kerja sama dengan pemain,” katanya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo