KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Kembalinya League Cup pada musim 2026/2027 disambut positif manajemen Arema FC. Turnamen tersebut dilihat dapat memberikan sejumlah keuntungan untuk tim sembari berkompetisi di Super League musim depan. Meski belum diumumkan secara spesifik, manajemen Singo Edan berharap format ajang itu bisa menghadirkan laga yang menarik dan kompetitif.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, informasi terbaru mengenai League Cup memang belum mereka dapatkan saat ini. Itu karena, operator kompetisi I.League masih menggodok regulasi kejuaraan tersebut setelah diumumkan secara resmi pada 22 Mei lalu. Singo Edan juga perlu menunggu hasil meeting lanjutan dari pihak penyelenggara.
Meski begitu, manajemen Singo Edan antusias dengan kembalinya turnamen seperti Piala Indonesia tersebut. Itu karena, ada banyak pertandingan untuk klub. ”Semoga regulasinya berjalan dengan bagus. Kami siap mengikuti aturan yang nantinya ditetapkan penyelenggara,” tuturnya.
Baca Juga: Gelandang Brasil Matheus Blade Diganjar Kontrak Baru, Manajemen Arema FC Beri Alasan
Sebagai informasi, Piala Indonesia yang terakhir kali digelar 2018/2019 lalu menggunakan format dengan sistem gugur. Peserta dari turnamen tersebut tidak hanya dari kompetisi kasta tertinggi, namun juga diikuti klub Championship dan Liga 3. Pemenang dari turnamen itu mendapatkan tiket untuk mengikuti kejuaraan Asia.
Tapi Pria kerap disapa Inal itu melihat, format tersebut bisa saja ditinggalkan untuk musim mendatang. Dirinya menilai, I.League juga pernah menggelar turnamen lain saat Piala Indonesia vakum. Seperti Piala Menpora sampai Piala Presiden yang digelar saat pra-musim.
Dalam kejuaraan tersebut, tim yang berpartisipasi berasal dari Super League dan sejumlah tim undangan. Formatnya dimulai dari fase grup kemudian dilanjutkan sistem gugur. Pemenang dari Piala Presiden secara otomatis akan ikut dalam edisi berikutnya.
Terlepas dari hal tersebut, Inal berharap League Cup 2026/2027 dapat digelar dengan format yang jelas dan ideal. ”Supaya tujuan dari ajang tersebut berjalan dengan maksimal nantinya,” kata pria asal Bogor tersebut.
Sementara itu, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan kalau kompetisi yang lebih banyak dapat memberikan sejumlah keuntungan untuk klub. Selain membuka peluang tampil kejuaraan Asia, para pemain juga bisa mendapatkan kesempatan berlaga lebih banyak. Khususnya para penggawa lokal.
”Kami bisa menurunkan pemain yang berbeda agar setiap pemain bisa punya kesempatan tampil,” tambah dia. Seperti diketahui musim depan Super League masih akan menerapkan regulasi 11 pemain asing. Tujuh bisa bermain dan dua berada di bangku cadangan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho