KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Upaya Atlet MPI Kabupaten Malang tampil kompetitif di kejuaraan level nasional dan internasional menemui sejumlah hambatan. Itu karena, sarana dan prasarana untuk dua mata lomba, anggar dan obstacle belum memadai. Akibat dari kondisi itu, mereka harus berlatih mandiri dan melakukan penyesuaian.
Wakil Ketua Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Kabupaten Malang Dynar Putra Hidayatullah menjelaskan, keberadaan sarana dan prasarana untuk kategori lari, renang, dan menembak sudah mereka miliki. Tiga mata lomba itu sering dimainkan sebelumnya. Namun, untuk anggar dan obstacle baru dipertandingkan secara resmi pada Kejurnas tahun ini.
Baca Juga: Perjuangan Atlet MPI Kota Malang Fadhil Aulia Mufti Lanjutkan Prestasi Internasional
Terkait dengan kebutuhan latihan anggar, banyak dari anak asuhnya yang melakukan latihan privat dengan pelatih anggar. Alat-alat yang tersedia kebanyakan tidak dari pengurus maupun atlet. ”Karena latihannya kurang ideal, kami berencana untuk berkoordinasi dengan KONI dan Ketua MPI Kabupaten Malang terkait dengan fasilitas latihan di mata lomba anggar,” ujar dia.
Kondisi lebih buruk justru ada di mata lomba obstacle. Dynar mengungkapkan, mereka belum memiliki tempat ideal untuk digunakan berlatih. Karena membutuhkan area yang cukup luas yang panjangnya sekitar 10 meter dengan lebar lima sampai enam meter.
Baca Juga: Atlet MPI Kabupaten Malang Berlatih Empat Jam Selama Ramadan
”Kami sempat mempertimbangkan beberapa lokasi di sekitar Kabupaten Malang. Seperti lahan dari TNI atau area yang kosong,” ujar dia. Meski sudah memiliki beberapa opsi, dirinya perlu mempertimbangkan dengan matang lokasi tersebut. Agar nantinya bisa digunakan tanpa mengalami banyak kendala. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho