MALANG KOTA, RADAR MALANG - Modal Arema FC menatap kompetisi musim depan tak hanya persiapan dilakukan lebih awal. Marcos Santos mempunyai statistik kebobolan serta mencetak gol yang positif pada musim 2025/2026. Jumlah gol yang dicetak konsisten, sedangkan jumlah kebobolan menurun.
Pada Liga 1 2025/2026, dari 34 pertandingan Arema FC kebobolan 47 gol dan mencetak 53 gol. Sedangkan pada musim sebelumnya 2024/2025, Singo Edan membobol gawang lawan 53 kali dan kemasukan 51 gol dalam 34 laga. Capaian itu membuat posisi tim meningkat dari posisi 10 menjadi sembilan pada musim 2025/2026.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos melihat hal tersebut bukan sebuah capaian yang membuatnya terkejut. Dia yakin, anak asuhnya bisa meningkatkan perolehan gol dan mampu lebih sedikit kemasukan pada kompetisi musim lalu. Itu menyusul, mempunyai kualitas bertahan dan menyerang yang baik.
”Kami juga selalu berusaha meningkat setiap pekan (laga). Tapi, situasi di pertandingan kerap berjalan dengan berbeda,” katanya. Terkadang strategi tak berjalan beberapa menit berbuah kebobolan. Tapi, dalam suatu waktu Singo Edan punya peluang untuk mencetak gol.
Baca Juga: Tiga Pesan Manajemen Arema FC di Munas II Aremania Utas
Berangkat dari itu, Marcos akan menjadikan statistik musim lalu sebagai bahan pembelajaran. Akan ada banyak upaya untuk meningkatkan performa tim yang sudah bagus. Dan melakukan evaluasi dari kekurangan pada kompetisi musim lalu.
Menurutnya, upaya tersebut sudah disiapkan tim pelatih. Persiapan selama bulan Juli akan dimaksimalkan.Dia menyadari, momentum tersebut sangat krusial sebelum menghadapi sebuah kompetisi yang panjang.
Baca Juga: Berharap League Cup Gunakan Format Terbaik Arema FC Siap Ambil Bagian di Turnamen
”Akan ada banyak perubahan di skuad. Kami harus membuatnya jadi tim yang solid,” papar juru taktik asal Brasil itu. Berdasar pengalamannya musim lalu, Singo Edan menghadapi persaingan yang ketat setiap pekan. Inkonsisten bisa berujung dengan kekalahan. Bagaimana hasil setelah laga melawan Persib Bandung pada putaran kedua kompetisi jadi satu contohnya.
Saat itu, Arema FC kehilangan enam poin. Itu akibat, kalah dalam laga bertajuk derbi Jawa Timur. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho