BATU-RADAR MALANG - Terpilih kembali sebagai Koordinator Presidium Aremania Utas periode 2026-2030, Ali Rifki tidak ingin terburu-buru meluncurkan program baru. Dia memilih memprioritaskan melanjutkan agenda yang sudah berjalan dengan merealisasikan program terdekat yang konkret. Baru setelah itu, memikirkan langkah jangka panjang.
Pria berusia 39 tahun itu mengungkapkan, kalau dirinya akan fokus ke beberapa program dalam waktu dekat. Seperti menyatukan supporter Aremania, meramaikan penonton di Stadion Kanjuruhan, membudayakan hal baru dan melestarikan budaya positif yang dijalankan. Sekaligus menciptakan lingkungan suporter semakin solid.
”Periode sebelumnya ibarat membangun fondasi. Setelah sudah terbentuk dengan baik, kami akan melanjutkan program tersebut agar bisa terbentuk seperti rumah,” ujar dia. Manajer Arema FC musim 2022/2023 itu mengatakan, Aremania Utas kini sudah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan ke depan. Mereka juga memahami kalau ada tuntutan, Arema harus hanya ada satu. Begitu juga perjuangan untuk menggunakan logo Singa Bertindik.
Menurutnya, program yang berpotensi kurang maksimal akan dievaluasi dan diganti dengan yang lain. Itu karena, dirinya ingin Aremania bisa menunjukkan eksistensi tanpa melakukan ujaran kebencian, anarkisme, maupun kekerasan.
”Harapannya Aremania bisa semakin solid dan bisa asyik dengan dirinya sendiri,” jelas dia. Ali menambahkan, kalau saat ini masih fokus untuk menyelesaikan program terdekat. Itu karena, program jangka panjang harus dimusyawarahkan terlebih dahulu dengan presidium terpilih lainnya.
Sebagai informasi, Ali terpilih sebagai koordinator presidium setelah mendapatkan suara terbanyak. Dia mencatatkan 40 suara dari total 115 korwil dan komunitas yang ikut dalam voting.
Di urutan kedua terdapat Septian Eka Pratama dengan mengumpulkan 14 suara. Disusul Rida Hartatik dan Ibrahim Riqi yang sama-sama mengoleksi 12 suara.
Sementara itu, urutan lima sampai ketujuh dihuni Achmad Ardiansyah, Prayogi Setiawan dan Teddy Krisna. Ketiganya juga mengoleksi total delapan suara. Di urutan kedelapan, Arya Teguh mengumpulkan lima suara dan Soni Taufik dan Fianta mengumpulkan empat suara. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo