MALANG, RADAR MALANG – Aksi Angela Nikolau dan Ivan Beerkus memanjat puncak Gedung Empire State di New York tanpa alat pengaman baru-baru ini menjadi perbincangan di media sosial. Rekaman tersebut kembali menarik perhatian publik terhadap rooftopping setelah aksi mereka berakhir dengan lamaran, meski keduanya kemudian ditangkap polisi.
Apa itu rooftopping?
Rooftopping merupakan aktivitas memanjat hingga ke atap atau puncak bangunan tinggi, baik melalui akses resmi maupun jalur yang tidak semestinya.
Berbeda dengan panjat tebing atau olahraga ekstrem lainnya yang memiliki aturan dan sistem keselamatan, rooftopping umumnya dilakukan tanpa alat pengaman di area yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.
Karena itu, risikonya jauh lebih tinggi, mulai dari terpeleset, kehilangan keseimbangan, hingga terjatuh dari ketinggian.
Baca Juga: Tak Hanya Lari, Olahraga-Olahraga Ini Paling di Gemari Gen-Z
Kapan mulai populer?
Fenomena rooftopping mulai dikenal luas pada awal 2010-an seiring berkembangnya media sosial, terutama setelah sejumlah fotografer urban dan kreator konten membagikan foto serta video dari puncak gedung-gedung tinggi di berbagai kota di dunia.
Konten dengan sudut pandang yang dramatis dan tidak biasa membuat aktivitas ini cepat menarik perhatian warganet. Sejak saat itu, istilah rooftopping semakin sering digunakan untuk menggambarkan aktivitas menjelajahi atap gedung demi menghasilkan dokumentasi visual yang unik.
Mengapa banyak orang melakukannya?
Ada berbagai alasan yang mendorong seseorang melakukan rooftopping. Sebagian mengejar sensasi adrenalin dan tantangan, sementara yang lain ingin memperoleh panorama kota dari sudut yang jarang terlihat. Di era media sosial, tidak sedikit pula yang terdorong membuat konten yang dianggap lebih menarik atau berbeda agar mendapat perhatian publik.
Meski demikian, aktivitas di ketinggian memiliki risiko yang sangat besar dan dapat berakibat fatal. Banyak dokumentasi rooftopping yang beredar dibuat oleh orang-orang yang telah berpengalaman dalam aktivitas ekstrem. Namun, risiko kecelakaan tetap dapat terjadi kapan saja.
Baca Juga: Padel: Olahraga Stylish yang Berubah Jadi Tren Gaya Hidup Modern
Editor : Aditya Novrian