Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kualitas Empat Kiper Arema FC Merata, Mudahkan Marcos Hadapi Berbagai Situasi Laga

M. Affan Fauzan • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:30 WIB
MODAL ARUNGI LIGA: Dari kanan, Gianluca Pandeynuwu, Adi Satryo, Erlangga Setyo, Syahrul Trisna, Azmiy Aziz, Syahrul Trisna, Galih Firmasyah, Fikri Arjidan, dan Jayus Hariono menjalani sesi pemanasan sebelum latihan di Dreams Football Pitch, Pakis, kemarin. (Foto: Darmono)
MODAL ARUNGI LIGA: Dari kanan, Gianluca Pandeynuwu, Adi Satryo, Erlangga Setyo, Syahrul Trisna, Azmiy Aziz, Syahrul Trisna, Galih Firmasyah, Fikri Arjidan, dan Jayus Hariono menjalani sesi pemanasan sebelum latihan di Dreams Football Pitch, Pakis, kemarin. (Foto: Darmono)

 KABUPATEN -RADAR MALANG- Arema FC kembali menggunakan formula empat penjaga gawang untuk mengarungi Super League 2026/2027. Bedanya dengan musim lalu, Singo Edan sepenuhnya memercayakan pos bawah mistar kepada penggawa lokal. Tim pelatih yakin, kualitas mereka bisa membuat tim kompetitif saat mengarungi kompetisi.

 Keempat penjaga gawang Singo Edan musim depan terbagi atas pemain muda dan figur berpengalaman. Adi Satryo dan Erlangga Setyo misalnya, berada di usia 25 tahun ke bawah, namun memiliki jam terbang tinggi di level klub. Sementara Gianluca Pandeynuwu dan Syahrul Trisna sama-sama memiliki track record bermain di sejumlah klub besar Super League.

 Komposisi tersebut dilihat Pelatih Kiper Arema FC Tiago Simoes sebagai keuntungan besar. Menurutnya, komposisi tersebut memberikan banyak opsi kepada Pelatih Kepala Marcos Santos di berbagai situasi pertandingan. ”Kami memiliki kiper dengan kemampuan dan karakteristik yang beragam. Ini sangat penting bagi kami karena tim bisa memiliki banyak pilihan,” ujarnya.

 Pelatih asal Portugal itu menjabarkan, komposisi full lokal bukan sesuatu yang baru di Super League. Dia memprediksi, setidaknya ada 80 persen tim yang menggunakan formula tersebut untuk mengarungi kompetisi musim depan. Tim pelatih juga tidak mempermasalahkan hal itu, optimistis Adi, Gianluca, Syahrul, atau Erlangga akan bermain yang terbaik saat dapat kepercayaan berlaga.

 Menurutnya, keempat kiper juga punya pengalaman bermain untuk Timnas Indonesia. Meski Gianluca belum mencatatkan penampilan, dia sempat mengikuti pemusatan latihan bersama skuad garuda U-19 dan U-22. Berdasar pengamatan Tiago, pengalaman tampil di kejuaraan internasional membuat mental kiper terasah.

 Tiago tidak menampik kalau kualitas yang merata itu akan membuat tim pelatih harus berhati-hati memilih sosok yang bermain. Meski begitu, dia melihat hal itu sebagai berkah untuk Arema FC. ”Kami (pelatih kiper) hanya perlu membuat mereka bekerja keras setiap hari untuk mempersiapkan pertandingan, sementara keputusan terakhir berada di tangan pelatih kepala,” jelasnya.

 Di tempat terpisah, kiper Arema FC Syahrul Trisna menjabarkan, kalau keberadaan penjaga gawang lokal tidak hanya menjadi pelecut untuk bersaing secara sehat. Lebih dari itu, juga bisa meningkatkan solidaritas sesama rekan setim. Dia memastikan akan berjuang keras bersama kiper lain untuk kemenangan Singo Edan.

”Kami saling membantu untuk bisa memberikan yang terbaik ketika mendapatkan kesempatan tampil dari pelatih (Marcos Santos),” ujarnya. Sejauh ini, persiapan yang dilakukan para penjaga gawang berjalan dengan positif. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
#gianluca pandeynuwu #Syahrul Trisna #Erlangga Setyo #kiper arema fc #adi satryo