KABUPATEN-RADAR MALANG-Komposisi skuad Arema FC untuk mengarungi kompetisi musim depan banyak dihuni pemain berusia matang. Satu indikasinya, rata-rata umur pemain dalam tim 27 tahun. Sedangkan pada kompetisi musim 2025/2026, rata-rata usia pemain di skuad Singo Edan 26 tahun.
Pada Waktu itu, skuad Arema FC berisi 35 pemain. Dengan memiliki 13 penggawa di antaranya berada di bawah usia 25 tahun. Saat ini, dari 30 pemain yang ada, 10 di antaranya berusia di bawah 25 tahun.
Sedangkan 21 penggawa lainnya telah berusia 25 tahun ke atas. Dendi Santoso dan Johan Ahmat Farizi menjadi pemain paling senior. Komposisi itu, tidak menjadi persoalan bagi General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi.
”Pemain yang lebih tua memiliki banyak pengalaman di berbagai klub (sebelumnya). Secara kualitas mereka juga jauh lebih matang,” ujarnya. Dia menilai, komposisi tersebut dapat memberikan stabilitas di dalam tim. Baik dari sisi mentalitas maupun performa di atas lapangan.
Menurutnya, keputusan merekrut pemain berdasar hasil diskusi dengan tim pelatih. Sepakat mencari pemain yang tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi terhadap klub baru. Itu sebagai antisipasi persaingan di Super League yang semakin sengit setiap musimnya.
Sebagai informasi, sebelum musim 2026/2027 Arema FC mengontrak Hansamu Yama yang sudah berusia 31 tahun. Kembali meminjam Gianluca yang berusia 29 tahun. Mendatangkan Syahrul Trisna, Alfeandra Dewangga, dan Diego Landis yang berusia di usia 25 tahun ke atas.
Lalu merekrut penggawa muda seperti Robi Darwis, memulangkan Hamzah Titofani, dan memberi promosi ke pemain akademi. Inal -sapaan akrab Yusrinal- berharap, komposisi skuad yang lebih matang dapat menjaga performa tim tetap stabil sampai akhir kompetisi.
Itu karena, salah satu penyebab Arema FC gagal meraih target lima besar musim lalu adalah hasil yang inkonsisten. ”Kami ingin tim ini bisa terus berkembang dan tampil kompetitif di papan atas Super League,” imbuhnya.
Di tempat terpisah, Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas melihat, pemain berpengalaman memberikan banyak keuntungan bagi tim pelatih. Itu karena, penggawa tersebut tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun gaya bermain tim. ”Mereka juga bisa memberikan performa yang bagus di setiap latihan dan pertandingan. Jika digabungkan (dengan pemain muda), tim ini akan menjadi lebih kuat,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo