MALANG, RADAR MALANG - Perjalanan Kapten Arema FC Women U-15 Kesya Arabela Manisnya Nian sebelum bertanding di Hydroplus Soccer League 2025/2026 penuh liku. Dia harus berlatih di sekolah sepak bola (SSB) yang dihuni pemain putra. Itu akibat, di tempat tinggalnya belum ada SSB khusus pemain putri.
Pemain berusia 14 tahun itu bercerita, sejak kecil mengikuti SSB Waena di Kota Jayapura, Papua. Saat itu, dia tidak langsung bermain bola dengan teman-teman sesama perempuan. Melainkan, harus beradu fisik dengan pesepak bola laki-laki.
Baca Juga: Penggawa Arema FC Women Masuk Radar Pelatih Timnas U-16
”Meski berat, pengalaman tersebut perlahan membentuk saya menjadi lebih bekerja keras saat latihan,” ujarnya. Baru pada 2024 atau beberapa tahun setelah latihan, Kesya direkrut tim Papua yang khusus berisi pesepak bola putri dari Papua.
Pada waktu itu ikut berlatih selama satu tahun di sana, sebelum kemudian direkrut Arema FC Women. Selain faktor kerja sama dengan Ongis Nade Kodew, kedatangannya di Malang juga didasarkan faktor tim scouting klub. Pihak Arema FC Women terkesan dengan penampilannya selama berada di Jayapura.
Baca Juga: Keputusan Pemain Arema FC Women Merantau Berbuah Gelar Best Player
Saat pertama gabung, dia perlu melakukan banyak adaptasi. Itu menyusul, terdapat perbedaan gaya bermain saat masih bermain di SSB Waena dan Arema FC Women. Menurutnya, saat di Papua rekan setimnya lebih mengandalkan kecepatan dan aspek fisik.
Sementara saat bermain untuk Arema FC Women, lebih teknik dan lebih bermain strategi. ”Adaptasi saya di sini sangat bagus, apalagi saya datang ke Arema FC bersama empat teman saya (yang juga direkrut),” ungkap dia. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang