KABUPATEN –RADAR MALANG- Fokus Center Back Arema FC Walisson Maia selama sesi latihan pramusim tertuju kepada dua hal. Pertama mengambilkan kondisi fisiknya setelah libur jeda kompetisi. Kedua terus membangun chemistry dengan penggawa lini belakang Singo Edan.
Seperti diketahui, Walisson belum bermain dengan Achmad Maulana Syarif di lini belakang musim lalu. Selain itu, Singo Edan juga merekrut pemain belakang untuk tambah kekuatan tim tahun ini. Mereka adalah Diego Landis dan Alfeandra Dewangga.
Pesepak bola berusia 34 tahun itu mengungkapkan, kedatangan Diego tidak membuat posisinya terancam. Justru, dia senang Arema FC mampu mendatangkan stoper baru. Pada kompetisi musim sebelumnya, Arema FC harus memainkan satu gelandang akibat krisis bek tengah.
Karena hal itu, Maia memastikan akan memaksimalkan setiap sesi latihan untuk bertandem dengan siapa saja di lini belakang. Termasuk dengan Diego. ”Siapa pun yang akan bermain nanti, entah itu saya, Diego Landis, Julian Guevara ataupun Hansamu Yama harus siap tampil maksimal,” ujarnya.
Dalam beberapa latihan, Maia sempat bermain bersama Diego. Menurutnya, stoper berusia 28 tahun itu memiliki kualitas individu di atas rata-rata. Hal itu membuatnya bisa cepat beradaptasi dengan penggawa anyar tersebut.
Pemain asal Brasil itu menambahkan, chemistry yang terjalin lebih awal memberikan banyak keuntungan. Kekompakan Arema FC bisa terlihat saat tim menjalani laga perdana BRI Super League 2026/2027. Bahkan, mereka juga berpotensi tampil bersama saat mengikuti Piala Presiden 2026, pada 25 Juli mendatang.
Menurutnya, keberadaan Diego tidak hanya membuatnya bisa menjalin kerja sama di lini belakang. Namun juga bisa saling mengisi posisi saat menjalani padatnya kompetisi. ”Soal tampil semuanya tergantung Pelatih Kepala (Marcos Santos). Ada saatnya saya bermain ada saatnya tidak. Namun, saya akan mempersiapkan fisik saya agar selalu siap diturunkan,” imbuhnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo