MALANG KOTA, RADAR MALANG – Arema FC kembali menjalankan program Arema Goes to School (GTS) pada musim 2026/2027. Kegiatan perdana digelar di SMAK Santa Maria Kota Malang, Senin (20/7), sebagai upaya menanamkan nilai sportivitas, memperkenalkan dunia sepak bola profesional, sekaligus membangun budaya suporter yang tertib dan aman di kalangan pelajar.
Program tersebut menghadirkan jajaran manajemen, pemain Arema FC, serta perwakilan Aremania. Melalui sesi interaktif, para siswa diajak memahami bahwa olahraga tidak hanya soal meraih kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa saling menghormati.
Arema FC Dorong Olahraga Sekolah Lebih Menyenangkan
Chief Business Officer (CBO) Arema FC Irma Prianti mengatakan, Arema Goes to School merupakan bagian dari komitmen klub untuk mendukung pengembangan olahraga di lingkungan sekolah.
Baca Juga: Penyerang Anyar Arema FC Gustavo Henrique Jalin Komunikasi dengan Marcos Sejak 2025
Menurutnya, olahraga perlu dikemas dengan cara yang menyenangkan agar siswa semakin tertarik beraktivitas fisik sekaligus memahami nilai-nilai positif yang terkandung di dalam sepak bola.
"Program ini merupakan bagian dari komitmen Arema FC untuk mendukung olahraga di sekolah agar menjadi sesuatu yang menyenangkan. Harapannya para siswa bisa menikmati olahraga, terutama sepak bola, dengan baik sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas," ujar Irma.
Aremania Ajak Pelajar Dukung Tim dengan Aman dan Tertib
Selain mengenalkan dunia sepak bola, Arema FC juga mengajak para pelajar memahami budaya mendukung tim secara positif. Pesan tersebut disampaikan Koordinator Presidium Aremania Utas Ali Rifki.
Baca Juga: Pemain Asing Arema FC Walisson Maia Perkuat Chemistry dengan Stoper Baru
Ia menegaskan bahwa menjadi suporter bukan hanya soal hadir di stadion, tetapi juga menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan bersama.
"Segala aspek kenyamanan, ketertiban, dan keamanan di stadion terus dipastikan. Sekarang juga ada aplikasi yang membantu penonton mendapatkan informasi dan mendukung kelancaran saat berada di stadion," jelas Ali.
Menurutnya, Stadion Kanjuruhan kini menjadi tempat yang aman untuk menikmati pertandingan. Karena itu, ia mengajak para siswa tidak ragu memberikan dukungan langsung kepada Arema FC dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
Achmad Maulana Bagikan Perjalanan hingga Timnas Indonesia
Suasana semakin semarak saat pemain Arema FC Achmad Maulana berbagi kisah perjalanan kariernya. Dalam sesi talk show, pemain asal Bandung itu menceritakan perjuangannya menembus tim utama Arema FC hingga akhirnya mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia.
Achmad mengaku perjalanan menjadi pesepak bola profesional tidak mudah. Berbagai keraguan dari orang lain justru menjadi motivasi untuk terus berlatih dan membuktikan kemampuannya.
"Sejak kecil tidak sedikit yang meremehkan. Tapi saya terus berusaha, fokus saja dengan tujuan kita. Hingga akhirnya seperti sekarang dan saya bangga bisa membela Arema, klub kebanggaan Malang," katanya.
Baca Juga: Pelatih Arema FC Putar Otak Tentukan Komposisi Pemain untuk Piala Presiden, Ada Apa?
Ia juga mengajak para siswa berani memiliki cita-cita besar dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan.
"Waktu dipanggil Timnas saya juga tidak menyangka bisa membela Indonesia melawan negara lain. Itu mimpi yang jadi nyata," tambahnya.
Talk Show hingga Coaching Clinic
Dalam kegiatan tersebut, Achmad Maulana didampingi bek asing Arema FC Diego Landis. Keduanya berinteraksi langsung dengan ratusan siswa melalui berbagai aktivitas yang dikemas secara menarik.
Rangkaian acara meliputi talk show, coaching clinic, games, hingga kuis berhadiah. Melalui kegiatan tersebut, Arema FC berharap kedekatan antara klub dengan dunia pendidikan semakin kuat sekaligus menumbuhkan generasi muda yang mencintai olahraga, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadi suporter yang dewasa.
Editor : Aditya Novrian