Kata CEO Arema FC Iwan Budianto Jelang Laga Kedua Piala Presiden 2026

Galih R Prasetyo • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:21 WIB
PERCAYA PROSES: CEO Arema FC Iwan Budianto memantau para penggawa Singo Edan yang berlaga di Piala Presiden 2026, Sabtu lalu (25/7).
PERCAYA PROSES: CEO Arema FC Iwan Budianto memantau para penggawa Singo Edan yang berlaga di Piala Presiden 2026, Sabtu lalu (25/7).

 MALANG KOTARADAR MALANG- Penampilan perdana Arema FC di ajang pramusim Piala Presiden 2026 dinilai CEO Singo Edan Iwan Budianto belum bisa menjadi tolok ukur kekuatan sesungguhnya tim. Masa persiapan yang singkat, kondisi kebugaran pemain yang belum maksimal, hingga proses membangun chemistry antarpemain menjadi faktor yang memengaruhi performa Singo Edan pada laga pertama.

 CEO Arema FC Iwan Budianto menegaskan, Piala Presiden 2026 sejak awal memang diposisikan sebagai bagian dari proses penyelarasan tim menuju kompetisi resmi. Oleh sebab itu, publik diminta tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap performa tim.

 ”Ini bukan awal musim, tetapi masih pre-season. Jadi jangan berekspektasi terlalu berlebihan. Sejak awal, juga sudah sampaikan bahwa turnamen ini menjadi bagian dari program penyelarasan tim. Saya ingat, kata Pak Inal (General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi), juara tentu menjadi bonus, tetapi yang utama adalah membentuk tim yang siap menghadapi kompetisi,” ujar Iwan Budianto.

 Menurutnya, kondisi fisik para pemain juga belum berada pada level terbaik. Masa persiapan yang relatif singkat membuat tingkat kebugaran setiap pemain berbeda-beda sehingga berpengaruh terhadap permainan tim di lapangan.

 ”Hampir sebagian besar pemain belum berada pada level fitness yang optimal,” katanya. Selain faktor kebugaran, pria yang akrab disapa IB itu menjelaskan bahwa kehadiran sejumlah pemain baru juga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Pelatih Marcos Santos sengaja memberikan kesempatan bermain kepada mereka untuk mencari komposisi terbaik sekaligus membangun chemistry antarpemain.

 ”Kenapa pemain baru dicoba di babak kedua? Karena memang mungkin level fit dan chemistry-nya juga belum terbentuk (optimal),” katanya. Terkait evaluasi, dipastikan akan dilakukan. Baik itu setelah lawan Persib dan keseluruhan setelah turnamen selesai.

 Dia juga mengingatkan bahwa waktu persiapan Arema FC menuju Piala Presiden sangat terbatas. Sebagian besar pemain baru berkumpul sekitar dua pekan sebelum turnamen dimulai, bahkan beberapa pemain asing baru bergabung sekitar sepekan sebelumnya.

”Tim ini baru berkumpul sekitar dua minggu. Ada pemain lokal yang lebih dulu bergabung, tetapi beberapa pemain asing bahkan baru datang sekitar seminggu lalu. Lalu mereka langsung dimainkan sebagai sebuah tim dan kemudian langsung di-judge. Tentu itu tidak adil,” tuturnya.

Selain itu, lawan yang dihadapi Arema FC pada laga perdana juga merupakan tim yang memiliki kualitas tinggi dan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporternya.

 ”Jangan lupa, lawan kita juara tiga kali berturut-turut kompetisi. Bermain di kandang sendiri, di depan pendukungnya sendiri, bukan hal yang mudah. Jadi mari kita lebih sabar menunggu racikan pelatih. Saya yakin seiring waktu tim ini akan semakin baik,” pungkas IB. (gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Arema FC piala presiden iwan budianto Singo Edan