MALANG KOTA, RADAR MALANG – Arema FC menghadirkan mini museum yang memamerkan 10 jersey legendaris dan sejumlah trofi bersejarah sebagai bagian dari peluncuran jersey musim 2026/2027 sekaligus perayaan hari jadi klub. Museum mini tersebut menjadi ruang bagi Aremania untuk menelusuri perjalanan panjang Singo Edan dari masa ke masa.
Mini museum itu merupakan hasil kolaborasi Arema FC dengan Komunitas Jersey Malang. Selain koleksi jersey autentik dari berbagai era, pengunjung juga dapat melihat trofi yang pernah diraih klub sebagai bagian dari napak tilas sejarah Arema FC di kompetisi sepak bola nasional.
Jersey Musim 2004 Jadi Koleksi Paling Bersejarah
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah jersey musim 2004, saat Arema FC berhasil menjuarai Divisi I Liga Pertamina dan memastikan promosi kembali ke Divisi Utama. Jersey tersebut menjadi salah satu dari 10 koleksi utama yang dipamerkan kepada publik.
Baca Juga: Manajemen Arema FC Berharap Jayus-Dwiki Dapat Lebih Banyak Menit Bermain, Bisa Kembali ke Klub?
"Kami membuat mini museum saat peluncuran jersey agar pengunjung bisa melihat napak tilas prestasi yang diraih Arema FC beserta jersey yang dikenakan," ujar Manajer Official Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.
Menurut pria yang akrab disapa Adi tersebut, mini museum terbuka bagi seluruh pengunjung Official Store Arema FC. Kehadirannya diharapkan mampu mengenalkan sejarah dan perjalanan klub kepada para pendukung, terutama generasi muda yang belum menyaksikan langsung era kejayaan Arema FC.
Perjalanan Apparel hingga Logo Arema FC Turut Dipamerkan
Anggota Komunitas Jersey Malang Indra Lukmana Putra mengatakan, mini museum tidak hanya menampilkan kisah prestasi Arema FC. Pengunjung juga diajak melihat perkembangan identitas klub melalui perubahan apparel dan logo yang pernah digunakan selama berkompetisi.
Baca Juga: Kata CEO Arema FC Iwan Budianto Jelang Laga Kedua Piala Presiden 2026
"Sebelum mengenal self apparel, Arema FC pernah bekerja sama dengan berbagai produk olahraga, seperti Specs, Adidas, Puma, Lotto, Diadora sampai Umbro. Begitu juga dengan logo yang dipakai dalam beberapa periode, tidak hanya singa mengepal saja," jelasnya.
Menurut Indra, koleksi tersebut menjadi media edukasi bagi Aremania, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal sejarah klub yang berdiri sejak 1987. Melalui jersey, logo, dan trofi yang dipamerkan, pengunjung dapat melihat perjalanan Arema FC dalam meraih berbagai gelar di kompetisi sepak bola Indonesia.
Keberadaan mini museum ini juga melengkapi peluncuran jersey baru Arema FC musim 2026/2027 yang sebelumnya diperkenalkan kepada publik. Dengan konsep tersebut, Official Store Arema FC tidak hanya menjadi tempat penjualan merchandise, tetapi juga ruang yang menyimpan jejak sejarah perjalanan Singo Edan.
Editor : Aditya Novrian