BANDUNG -RADAR MALANG- Kekalahan atas Persib Bandung memberikan banyak pelajaran bagi Arema FC. Itu karena, tim pelatih menilai ada beberapa strategi yang tidak berjalan sesuai rencana. Dari evaluasi tersebut, mereka akan melakukan perbaikan agar bisa meraih kemenangan di laga Piala Presiden berikutnya.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, kalau penggunaan tiga pemain belakang bertujuan untuk meredam serangan dari Maung Bandung. Namun, strategi tersebut tidak dibarengi dengan skema bertahan solid dari lini tengah atau empat pemain di depan bek. Akibat itu, Matheus Blade dan Betinho Filho sulit meredam lawan saat menusuk dari lini tengah.
”Pada babak pertama, Persib tampil sangat dominan dan menekan kami (sampai terjadinya gol pertama). Kami harus bersabar agar bisa berbalik menyerang dalam laga Sabtu lalu,” ujarnya. Setelah menyadari kelemahan timnya, Marcos melakukan perubahan di sektor tengah dengan menaikkan Julian Guevara sebagai gelandang. Setelah itu, menggantinya dengan Careca pada babak kedua.
Setelah itu, Marcos merasa timnya sudah menjalankan skema serangan lebih maksimal. Tidak hanya melancarkan permainan bola panjang, namun juga memberi keleluasaan bagi winger dan fullback untuk mengirim umpan ke kotak penalti. Sayangnya, penyelesaian akhir yang menjadi problem berdampak ke penyelesaian akhir penggawa tim yang kurang maksimal.
Bagi Marcos, pertandingan melawan Persib sangat penting untuk melihat perkembangan tim. Itu menyusul, tim pelatih bisa mendapatkan data apa saja yang menjadi kelemahan anak asuhnya selama berlaga selama 90 menit bertanding. Dari situ, dia dapat melakukan perbaikan melalui latihan tactical sebelum menghadapi Tampines Rovers, Selasa mendatang (28/7).
Marcos memastikan, aspek bertahan mereka di lini tengah harus lebih solid lagi. Begitu juga saat melakukan serangan, harus efektif di depan gawang. ”Kami punya kesempatan dan kreasi peluang yang bagus. Tinggal perlu kami asah lagi agar semakin klinis di pertandingan berikutnya,” imbuh pelatih asal Brasil tersebut.
Di tempat terpisah, winger Arema FC Gabriel Silva menyebut rekan setimnya harus segera move on dari kekalahan melawan Persib Bandung. Itu karena, Singo Edan harus segera mempersiapkan diri menghadapi Tampines Rovers dalam jeda laga yang singkat. ”Kami harus tetap fokus untuk mematangkan skema dan mengembalikan mental (setelah kekalahan). Agar kami bisa meraih hasil positif di laga berikutnya,” kata pemain berusia 29 tahun tersebut. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo