KABUPATEN -RADAR MALANG- Peran Center Back Arema FC Diego Landis di sektor bertahan tim tidak tergantikan selama gelaran Piala Presiden 2026. Dari dua laga yang sudah dijalani Singo Edan, stoper berusia 28 tahun itu selalu tampil penuh atau sampai laga selesai. Selama berlaga performanya tetap konsisten meski harus berganti rekan duet di lini belakang.
Dia juga mampu menyesuaikan diri saat Tim Pelatih Arema FC mengubah formasi dari bermain tiga sampai empat bek. Dalam dua laga di Piala Presiden, Singon Edan hanya kebobolan sekali dan catatkan nirbobol.
Saat menghadapi Persib Bandung, Diego tampil bersama Julian Guevara dan Walisson Maia dalam skema tiga stoper. Lalu, sistem bertahan Arema FC berubah saat menghadapi Tampines Rovers. Dalam laga Selasa itu (28/7), dirinya ditemani Maia dalam sistem empat bek atau dua center back didukung fullback. Dalam dua laga itu, Diego juga sempat berduet dengan Hansamu Yama yang turun sebagai pemain pengganti.
”Saya rasa (penampilan konsisten) itu berkat latihan yang dijalani selama pramusim,” ujar eks penggawa Terengganu FC tersebut. Dia menjelaskan, kalau selama hampir dua pekan sebelum turnamen pramusim, dirinya mendapatkan instruksi dari tim pelatih untuk berduet dengan pemain-pemain yang berbeda. Itu bertujuan untuk membangun chemistry.
Sejauh ini, Diego tidak mengalami banyak kendala. Menurutnya, pembagian tugas di atas lapangan menjadi mudah karena komunikasi antar pemain sangat bagus. Modal itu mampu mengurangi adanya kesalahan individu yang berujung dengan kebobolan.
Meski punya start bagus bersama Singo Edan, dia mengaku masih belum puas. Menurutnya, masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan sebelum memulai kompetisi Super League 2026/2027. ”Jika saya selalu perform, itu akan memudahkan rekan setim bermain bagus. Kami bisa meraih hasil positif setiap laganya,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo