MALANG, RADAR MALANG - Unggul FC Malang dan tim peserta Pro Futsal league tidak perlu khawatir mengenai potensi turun kasta. Federasi Futsal Indonesia (FFI) tetap memberlakukan sistem liga tanpa adanya tim promosi dan degradasi atau sering disebut franchise. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan stabilitas kompetisi sekaligus menghindari klub yang cepat bubar.
Manajer Tim Unggul FC Malang Usa Laksono menjabarkan, regulasi tersebut diberlakukan pertama kali pada musim 2025/2026. Itu karena, pihak federasi ingin peserta PFL bisa terus bertahan setiap musim. Apabila ada tim yang mengundurkan diri, bisa digantikan dengan klub lain yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti kompetisi.
”Untuk musim depan masih tetap berlaku sistem franchise. Seperti kompetisi NBA atau MLS di Amerika Serikat,” ujarnya. Berdasar informasi yang diperoleh Usa, federasi ingin agar tim yang tampil memiliki kemampuan finansial yang baik. Saat menggunakan skema lama, banyak tim promosi yang tidak bisa bersaing karena masalah finansial.
Baca Juga: Unggul FC Malang Buru Pemain Grade A dan B untuk Hadapi PFL Musim 2026/2027
Problem anggaran tersebut tidak hanya tertuju pada komposisi skuad saja. Namun juga dari operasional klub, seperti akomodasi perjalanan. Penyelenggaraan PFL seperti di Aceh, Makassar, dan Papua membuat banyak tim promosi terdampak finansialnya.
”Unggul FC sendiri sudah mendapatkan verifikasi tersebut musim lalu,” ujarnya. Meski begitu, Usa memastikan timnya akan mengikuti prosedural federasi agar bisa tetap mengikuti kompetisi PFL.
Baca Juga: Kembali Tampil Edan, Arema FC Berhasil Unggul 2-1 Lawan Tampines Rovers
Nanti, pihak federasi yang melakukan verifikasi terhadap tim akan berlaga di PFL. Untuk melihat, seberapa kuat kondisi finansial dalam mengarungi kompetisi beberapa musim mendatang. Apabila berhasil memenuhi syarat, mereka bisa mengikuti kompetisi. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang