
BALI -RADAR MALANG- Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos perlu menyiapkan perhatian khusus terhadap sejumlah pemain Persebaya Surabaya dalam laga malam nanti (4/8). Itu karena, tim berjuluk Green Force itu memiliki persebaran gol yang merata selama tampil di Piala Presiden 2026. Tiga gol yang mereka cetak sepanjang fase grup lahir dari tiga pemain berbeda.
Sosok tersebut adalah Alex Martins, Miguel Pereira, dan Yuran Fernandes. Alex Martins dan Pereira merupakan pemain di sektor penyerang, sedangkan Yuran adalah pemain di posisi stoper. Variasi tersebut dapat menjadi ancaman besar apabila tidak diantisipasi Diego Landis dan kawan-kawan dengan baik.
”Kami harus memberikan respek terhadap Persebaya. Mereka merupakan tim yang kuat dan harus kami waspadai sepanjang laga,” ungkap Pelatih kepala Arema FC Marcos Santos. Menurutnya, Persebaya mampu memanfaatkan berbagai situasi menjadi gol. Termasuk memaksimalkan kecepatan pemain dari sektor sayap.
Selain itu, Marcos merasa Persebaya punya senjata dalam memecah kebuntuan melalui skema bola mati. Baik itu dari tendangan bebas maupun sepak pojok. Situasi tersebut sempat membuahkan gol melalui Yuran dalam laga melawan PSMS Medan.
Marcos tidak memungkiri, kondisi tersebut dapat merepotkan lini belakang Arema FC. Namun, Marcos tetap optimistis kalau serangan lawan bisa diantisipasi anak asuhnya. Sebab, dia dan tim pelatih sudah punya cara khusus untuk meredam serangan Green Force.
Salah satunya adalah menjaga garis pertahanan tim. Dia mengungkapkan, kalau selama timnya mampu menjaga kedisiplinan sampai akhir laga, potensi kebobolan akan tereduksi. Hal itu dilakukan tim saat laga terakhir. Arema FC berhasil meraih clean sheet saat melawan DPMM FC.
Selain faktor tactical, Marcos merasa anak asuhnya dalam motivasi tinggi menyambut laga Derbi Jatim. Itu karena, mereka ingin melanjutkan tren positif sepanjang turnamen sekaligus menaklukkan tim rival. ”Kami pastikan akan memberikan perlawanan terbaik agar dapat terus melanjutkan perjalanan (di Piala Presiden),” tambah juru taktik berusia 47 tahun tersebut.
Di tempat terpisah, Gelandang Arema FC Matheus Blade menilai tim yang memiliki kemampuan bertahan dan menyerang sama baiknya selalu menuai hasil positif. Karena itu, dia dan rekan-rekannya memastikan akan berusaha menunjukkan performa terbaik. ”Jika kami mampu bertahan dengan baik, tim bisa dengan tenang melakukan serangan. Kami harus sama-sama menjalankan peran agar itu bisa terwujud,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo