RADAR MALANG-Latihan perdana yang dirasakan Angga Ariansyah dan kawan-kawan jauh lebih melelahkan dibandingkan musim lalu. Itu karena, tim pelatih Unggul FC Malang memilih pendekatan latihan dengan intensitas langsung tinggi. Upaya itu bertujuan untuk mengetahui bagaimana batas kondisi para pemain tim setelah menjalani libur selama dua bulan.
Pelatih Fisik Unggul FC Malang Ricardo Vilasboas mengungkapkan, dalam latihan perdana itu mereka sengaja tidak memberikan porsi latihan bertahap seperti saat paro musim ataupun setelah Hari Raya Idul Fitri. Melainkan langsung memberikan program dengan level intensitas yang lebih berat. Itu karena, tim pelatih sudah mengecek kebugaran elemen tim dan memberikan latihan ringan sebelum masuk program fisik.
”Setelah kami memeriksa kekuatan dan daya ledak kaki (para pemain), pada sore hari kami berikan latihan resistance atau daya tahan dengan test yo-yo intermittent,” ujarnya. Tes tersebut meliputi lari bolak-balik lapangan selama 20 menit. Setiap sesi berlari, kecepatan pemain akan meningkat terus dengan waktu istirahat selama 10 detik.
Latihan tersebut bertujuan melihat seberapa kuat kondisi tubuh ketika mencapai batas kemampuannya. Dari situ, Ricardo dapat melihat apakah penggawa Unggul FC mengalami peningkatan dibandingkan latihan terakhir atau justru menurun.
Meski latihan tersebut cukup berat, Ricardo memastikan kondisi fisik pemain Unggul FC dalam kategori yang baik. Menurutnya, tidak ada penggawa tim yang mengalami problem kaki setelah latihan tersebut. ”Risiko alami nyeri karena latihan porsi berat pasti ada. Tetapi itu terbilang normal apabila mengikuti program dengan intensitas tinggi,” ujarnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo