BALI -RADAR MALANG- Betinho Filho dan kawan-kawan tak ingin larut dalam kekecewaan seusai takluk dari Persebaya Surabaya di babak semifinal Piala Presiden 2026, Selasa lalu (4/8). Penggawa Arema FC langsung melakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas permainan. Langkah tersebut diharapkan mampu membawa Singo Edan menutup turnamen pramusim dengan torehan juara ketiga.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, performa selama Piala Presiden 2026 sejatinya berada dalam tren positif. Anak asuhnya mampu mendominasi possession ball dalam beberapa laga dan mampu menjalankan skema menyerang dengan baik. Sayangnya, terdapat satu aspek yang belum bisa dimaksimalkan yang membuat tim gagal ke partai final.
”Kami perlu tampil lebih efektif dalam pertandingan besok (hari ini),” ujar juru taktik asal Brasil tersebut. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuat tim mencetak gol dan unggul lebih dulu. Karena itu, Arema FC bakal langsung mengambil inisiatif serangan dalam laga melawan Persija Jakarta nanti sore.
Berdasar pengamatan juru taktik asal Brasil itu, upaya itu yang dilakukan tim yang mampu menang melawan Arema FC. Meski tidak banyak memegang bola, Green Force dan Persib Bandung berhasil memanfaatkan peluang yang ada untuk jadi gol. Setelah itu, menjaga keunggulan tersebut sampai laga selesai.
Karena itu, Marcos merasa timnya tidak boleh hanya mengandalkan permainan bagus saja. Mereka juga perlu memanfaatkan semua peluang membobol gawang lawan. Apalagi, Persija Jakarta merupakan tim yang punya lini belakang solid dan transisi permainan yang bagus.
Dia memastikan, untuk mewujudkan upaya itu sudah menyiapkan beberapa cara membobol gawang lawan. Para pemain juga diberi tahu tentang kekuatan lawan. ”Kami akan mencoba semua opsi (mencetak gol) agar bisa meraih kemenangan sekaligus merebut juara ketiga,” imbuhnya.
Senada dengan Marcos, Gelandang Arema FC Matheus Blade merasa tim tidak boleh terpaku pada skema permainan yang cantik. Menurutnya hal tersebut tidak akan berguna apabila timnya meraih hasil negatif. ”Kami harus belajar (dari laga semifinal) kalau gol yang menentukan hasil pertandingan,” ujar pemain asal Brasil.
Demi memperbaiki efektivitas serangan, Blade dan penggawa tim sudah belajar dari laga sebelumnya. Akan berusaha memaksimalkan setiap peluang saat menghadapi Persija Jakarta. Dia menilai satu gol dapat mengubah jalannya pertandingan. Dengan keunggulan lebih dulu, Arema FC akan lebih leluasa mengontrol permainan hingga laga selesai. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo