Laga ini digelar usai kedua tim sama-sama tersingkir di babak semifinal oleh rival abadi masing-masing. Arema FC kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya dalam Derby Jawa Timur, Selasa (4/8/2026), sementara Persija Jakarta takluk 1-2 dari Persib Bandung.
Baca Juga: Gagal Jebol ke Final, Arema FC Siapkan Performa Duel dengan Persija Jakarta
Kekalahan Arema FC ditentukan melalui gol tunggal kapten Persebaya, Yuran Fernandes, yang tercipta pada masa injury time babak pertama melalui sundulan menyambut umpan tendangan sudut. Meski bermain dengan 10 pemain usai gelandang Matheus Blade sempat mendapat kartu merah sebelum dianulir wasit berdasarkan hasil tinjauan VAR, Arema tetap berusaha menekan pertahanan Persebaya hingga peluit panjang dibunyikan.
Gelandang Arema FC, Matheus Blade, menilai jalannya pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan hasil akhir.
"Kalau melihat jalannya pertandingan, saya merasa Arema mampu menguasai permainan dengan lebih baik," kata Matheus.
Meski gagal melangkah ke final, laga melawan Persija Jakarta dinilai menjadi kesempatan bagi Arema FC untuk mengakhiri turnamen dengan hasil positif, sekaligus mematangkan persiapan tim asuhan Marcos Santos itu sebelum mengarungi kompetisi resmi Liga 1 musim 2026/2027.
Sementara itu, Persija Jakarta turut membawa misi serupa. Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menyatakan timnya belum tampil di level terbaik sepanjang turnamen, sehingga laga perebutan tempat ketiga ini turut menjadi ajang evaluasi sebelum menghadapi kompetisi musim baru.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari berbagai sumber