BALI -RADAR MALANG- Meski telah menjalani lima pertandingan di Piala Presiden 2026, tim pelatih Arema FC enggan terburu-buru menentukan starting eleven utama untuk kompetisi. Mereka masih akan terus menguji berbagai kombinasi pemain setelah turnamen selesai. Upaya tersebut diharapkan memperbanyak opsi strategi sebelum menghadapi Super League 2026/2027.
Selama mengikuti Piala Presiden 2026, Singo Edan sudah menurunkan lebih dari 23 pemain. Mereka bergantian turun dari menit awal ataupun datang sebagai pemain pengganti. Dari daftar pemain yang dibawa ke Bali, hanya Gianluca Pandeynuwu, Erlangga Setyo, Bayu Setiawan, dan Fikri Arjidan yang belum mendapatkan kesempatan bermain.
”Sampai saat ini belum ada tim utama. Kami masih berusaha mencari starting eleven yang tepat (untuk kompetisi 2026/2027),” ungkap juru taktik asal Brasil tersebut. Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk melihat perkembangan pemain secara keseluruhan. Itu karena, saat Piala Presiden level fitness pemain belum 100 persen. Selain itu, ajang tersebut jadi upaya mengembangkan tim.
Marcos menjabarkan, semakin banyak pertandingan yang dijalani, maka semakin banyak pula data pemain yang didapatkan. Itu bisa menjadi bekal untuk melihat apakah pemain tersebut cocok dengan berbagai situasi laga. Atau hanya mampu tampil bagus saat menghadapi lawan-lawan tertentu.
Proses tersebut, lanjut Marcos, tidak bisa diperoleh hanya dari melihat lima pertandingan saja. Mereka perlu menambah lebih banyak laga dan sesi latihan untuk melihat potensi anak asuhnya. Agar nantinya bisa mendapatkan penilaian yang objektif dan adil.
Dirinya tidak memungkiri, terdapat delapan pemain yang selalu starter sejak laga perdana Piala Presiden 2026. Meski begitu, situasi tersebut tidak membuat posisi mereka aman saat mengarungi kompetisi Super League. ”Setiap pemain yang mendapatkan kesempatan (tampil) harus menunjukkan progres, itu akan menjadi pertimbangan kami memilih mereka saat bermain di Liga nanti,” jelas pelatih asal Brasil tersebut.
Di tempat terpisah, Winger Arema FC Gabriel Silva merasa komposisi tim semakin baik. Tapi, memang membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik. Sebab, tim tengah dalam proses bersiap sebelum menghadapi kompetisi.
”Itu (bermain di turnamen) bisa jadi kesempatan yang bagus. Karena kami bisa melihat seberapa jauh kemampuan tim ini saat tampil dengan komposisi yang berbeda,” imbuhnya. Arema FC menuntaskan Piala Presiden 2026 dengan capaian lebih baik dibandingkan gelaran turnamen pada 2025 lalu. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo