Gelandang Asing Arema FC Careca Terbiasa Bermain di Luar Posisi Natural

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 14:33 WIB
STARTING ELEVEN: Careca (kiri) tampil sejak menit awal dalam laga Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.
STARTING ELEVEN: Careca (kiri) tampil sejak menit awal dalam laga Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat.

 BALI -RADAR MALANG- Selama tampil di Piala Presiden 2026, Gelandang Asing Arema FC Careca telah bermain di tiga posisi berbeda. Selain tampil sebagai gelandang serang, pemain asal Brasil itu juga sempat diturunkan sebagai winger kanan dan kiri. Marcos Santos memainkannya sesuai dengan skema permainan yang tim terapkan.

 Meski harus tampil di banyak posisi, pemain asal Brasil itu merasa tak kesulitan. Menurutnya, sudah terbiasa bermain di luar posisi natural sebelum bergabung dengan Arema FC.

 Pesepak bola berusia 30 tahun itu diketahui menjalani debut menghadapi Persib Bandung sebagai gelandang serang. Lalu, saat melawan Tampines Rovers FC posisinya digeser sebagai winger kanan. Sementara saat berjumpa Persebaya Surabaya harus bermain di sektor winger kiri.

 ”Saya tidak terlalu mempermasalahkan (posisi mana) yang akan saya tempati. Saya hanya perlu menjalankan tugas di lapangan dengan baik,” ujarnya. Saat bermain di Terengganu FC misalnya, dia sempat dicoba bermain sebagai second striker.

 Menurut pemain bernomor punggung 95 itu, tugasnya tidak jauh berbeda meski tampil di sejumlah posisi. Yakni membantu Arema FC melakukan serangan melalui aksi individu di sisi lapangan maupun memberikan umpan terobosan. Upaya itu pernah membuatnya mencatatkan assist kepada Gustavo Henrique saat Arema FC meraih kemenangan atas Tampines Rovers FC.

 Careca mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam bermain di sejumlah posisi adalah menjalin chemistry dengan rekan setim. Itu karena, dia perlu mengerti bagaimana gaya bermain Johan Ahmat Farizi dkk di lapangan. ”Dari situ saya akan menyesuaikan diri dan menjalin kerja sama. Seperti umpan seperti apa yang mereka suka (ketika membangun serangan),” imbuhnya.

 Terkait dengan komunikasi, Careca mengaku tidak memiliki banyak kendala. Selain mampu berkomunikasi dengan pemain sesama Brasil, dirinya juga cukup fasih berbahasa Inggris. Itu memudahkannya untuk menjalin koordinasi dengan penggawa lokal Singo Edan. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Careca Arema FC piala presiden Singo Edan