RADAR MALANG-Arema FC menutup perjalanan di Piala Presiden 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Singo Edan gagal membawa pulang kemenangan di dua laga terakhir turnamen, babak semifinal dan perebutan tempat ketiga. Meski tak menyenangkan, penggawa Singo Edan enggan terus meratapi hasil minor di turnamen pramusim tersebut.
Salah satu pemain Arema FC yang berusaha langsung move on adalah Gelandang Serang Gustavo Franca. Pemain asal Brasil itu menjelaskan, kalau elemen tim tidak boleh larut dalam kesedihan seusai turnamen pramusim. Itu karena, klub memiliki target di kompetisi yang membutuhkan persiapan yang maksimal.
”Sekarang sudah saatnya kami mengangkat kepala dan fokus untuk Liga (Super League),” ujar pesepak bola asal Brasil tersebut. Menurutnya, perjalanan di Piala Presiden 2026 tidak semestinya hanya dilihat dari hasil akhir saja. Itu karena, ada beberapa pelajaran yang dipetik sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi kompetisi panjang dengan lebih baik.
Di antaranya, dari Piala Presiden tim bisa membangun kekompakan serta mencoba berbagai strategi. Dari proses tersebut, penggawa tim mengetahui apa saja yang menjadi kekurangannya selama bertanding. Baru setelah itu, melakukan perbaikan sebelum kompetisi.
Apabila pekerjaan rumah bisa diperbaiki sebelum kompetisi, Franca optimistis tim bisa tampil lebih baik saat Super League. Saat itu terjadi, dia percaya akan meningkatkan peluang Arema FC meraih hasil positif dan mencapai target ke papan atas. ”Jika kami punya persiapan yang bagus, kami akan menatap Liga dengan kepercayaan diri tinggi,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo