MALANG, RADAR MALANG – Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tidak mengirimkan satu pun wakil ke ajang Korea Masters 2026 yang berlangsung di Yi Sun-sin Gymnasium, Asan, Korea Selatan, pada 4-9 Agustus lalu.
Baca Juga: Final Cak Udin Open 2026 Sukses Digelar, Lahirkan Juara Baru Bulutangkis Malang Raya
Berdasarkan hasil drawing resmi yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), tidak ada satu pun atlet maupun pasangan berkode INA yang terdaftar di lima sektor pertandingan turnamen berstatus Super 300 tersebut.
Kondisi ini berbeda jauh dari edisi tahun lalu, saat Indonesia menurunkan 10 wakil dengan capaian terbaik lewat ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang menembus final.
Absennya wakil Indonesia diperkirakan berkaitan dengan strategi menjaga kondisi fisik pemain, mengingat turnamen Super 300 bersifat tidak wajib bagi para pemain papan atas BWF.
Federasi maupun tim pelatih disebut memilih menahan diri demi menghindarkan atlet dari risiko kelelahan dan cedera menjelang agenda yang lebih besar.
Keputusan ini muncul tak lama usai tren positif Indonesia di tiga turnamen beruntun sebelumnya, yakni gelar Japan Open dan China Open lewat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, serta gelar Taipei Open lewat Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Baca Juga: Hobi Main Bulu Tangkis? Ini 3 Lapangan Badminton di Malang yang Nyaman untuk Mabar
Seluruh energi kini disebut diarahkan untuk pemulihan dan pematangan strategi menuju BWF World Championships 2026 di New Delhi, 17-23 Agustus mendatang.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari berbagai sumber