MALANG, RADAR MALANG – Kemenangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin atas Aaron Chia/Aaron Tai di final Taipei Open 2026 lalu menarik untuk ditelusuri lebih dalam, mengingat kedua pasangan sebenarnya baru pertama kali bertemu dalam kombinasi ini di ajang resmi.
Baca Juga: Leo/Daniel Rebut Gelar Taipei Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Ganda Malaysia
Menjelang laga final, secara statistik individu, Leo/Daniel unggul jauh dari sisi jam terbang. Pasangan Indonesia ini mengoleksi rekor karier 137 kemenangan berbanding 69 kekalahan sepanjang berpasangan, dengan catatan 10 kemenangan dan 4 kekalahan sepanjang musim 2026.
Performa mereka juga tengah on fire dengan raihan 4 kemenangan dari 5 pertandingan terakhir sebelum final.
Di sisi lain, Aaron Chia/Aaron Tai datang sebagai pasangan yang relatif lebih baru, dengan rekor kebersamaan 4 kemenangan dan 1 kekalahan sepanjang musim 2026.
Meski begitu, performa mereka juga tak kalah tajam dengan tren serupa, yakni 4 kemenangan dari 5 laga terakhir jelang bertemu Leo/Daniel di partai puncak.
Yang menarik, Aaron Chia sendiri bukan nama asing bagi Leo/Daniel. Saat masih berpasangan dengan Soh Wooi Yik, Chia sempat unggul rekor pertemuan 3-2 atas Leo/Daniel dalam beberapa musim ke belakang, termasuk kemenangan telak di Malaysia Masters maupun All England beberapa tahun sebelumnya.
Baca Juga: Nova Widianto Pulang ke Pelatnas, Bawa Rekor Juara Dunia untuk Bangkitkan Ganda Campuran Indonesia
Dengan modal pengalaman yang lebih matang serta tren positif jelang final, Leo/Daniel akhirnya berhasil membuktikan diri unggul dalam pertemuan perdana melawan kombinasi baru Aaron Chia/Aaron Tai, sekaligus membuka catatan head-to-head baru dengan kemenangan 23-21, 21-19.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari berbagai sumber