MALANG, RADAR MALANG – Amri Syahnawi menjadi salah satu nama yang kini menanggung beban besar sebagai satu-satunya wakil ganda campuran senior Indonesia di BWF World Championships 2026, usai dua pasangan lain dicoret buntut dugaan match fixing.
Baca Juga: Dari Rekan Ganda Campuran ke Pelaminan, Leo dan Indah Ucap Akad di Mekkah
Amri lahir di Jakarta pada 8 November 1998 dan mulai bermain bulu tangkis sejak usia delapan tahun. Ia mengawali karier di Jakarta Badminton Club sebelum bergabung dengan PB Jaya Raya Jakarta, klub yang menaunginya hingga kini.
Legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, disebut menjadi sosok yang menginspirasinya di dunia bulu tangkis.
Sebelum berpasangan dengan Nita Violina Marwah, Amri sempat mencatatkan hattrick gelar bersama Winny Oktavina Kandow di tiga turnamen International Series pada 2022.
Kariernya makin moncer usai berpasangan dengan Nita, dengan pencapaian tertinggi menembus peringkat 16 dunia pada Maret 2026, didukung penampilan impresif di semifinal Korea Open 2025 usai menyingkirkan juara All England 2025 asal China.
Di luar lapangan, Amri diketahui telah bertunangan dengan atlet tenis Indonesia, Oxi Gravitasi Putri, sejak 2023.
Baca Juga: Belajar dari Kasus 2021, Investigasi Match Fixing BWF Bisa Makan Waktu Bertahun-tahun
Kini, sorotan besar tertuju pada Amri untuk membuktikan performa terbaiknya di New Delhi, sekaligus mengangkat kembali nama ganda campuran Indonesia di tengah situasi sulit yang tengah dihadapi.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari berbagai sumber